Pustaka Wayang

Novel Wayang “Arjuna – Karna” karya Pitoyo Amrih, 2010.

Posted on: June 21, 2010

 

buku wayang, novel, Arjuna, Karna, Pitoyo Amrih, Diva Press

Data buku :

Judul Novel : Pertempuran 2 Pemanah ARJUNA-KARNA
Penulis : Pitoyo Amrih
Tebal Halaman : 426 halaman
Ukuran Halaman : 14 x 21 cm
Penerbit : DIVAPress

ISBN : 978-602-955-522-6

Synopsis :

Seorang ksatria lahir dengan sebuah anugrah luar biasa. Wajahnya memiliki aura tampan yang mempesona siapa saja yang melihatnya, apalagi seorang perempuan. Lahir dilingkungan istana besar Hastinapura yang membuatnya merasa dia adalah seorang istimewa.

Perjalanan hidup berliku membuatnya harus keluar istana. Tapi justru itulah, dia mengalami pendewasaan hati dan pikiran. Kesaktiannya juga luar biasa. Berguru kepada banyak resi, bahkan pernah tinggal di kahyangan tempat bangsa Dewa. Banyaknya pusaka yang diberikan kepadanya, semakin menambah wibawa dirinya. Panah Pasopati, Sarutama, Harudadali. Keris Pulanggeni, Kalanadah, adalah sebagian dari beberapa pusaka yang terkenal itu.

Keelokan wajahnya membuat banyak perempuan di setiap persinggahan rela untuk menjadi istrinya. Dia bukan lelaki pencari wanita. Dia juga bukan lelaki pengumbar kesenangan. Dia hanya seorang pria yang tak kuasa menolak setiap wanita yang memohon untuk menjadi istrinya. Tercatat limabelas wanita telah menjadi istrinya. Sumbadra, Srikandi, Larasati, Ulupi, Ratri, Jimambang, Supraba, Wilutama, Dresanala, Manuhara, Antakawulan, Juwitaningrat, Meswara, Retno Kasimpar dan Dyah Sarimaya.

Sang ksatria pemanah yang tak pernah berhenti belajar itu bernama Arjuna. Duduk di singgasana negri bagian Amarta bernama Madukara.

Ada seorang ksatria lain yang lahir dan tersia-siakan. Sepanjang hidupnya diliputi rasa ketidakpuasan ketika dia selalu melihat bahwa kemampuan dan kesaktiannya senantiasa bisa lebih tinggi dari anggapan orang. Dia dibuang dan harus menjalani hidup sebagai seorang anak kusir kerajaan.

Kemauan dan tekadnya yang begitu besar membuatnya dia menjadi sosok sakti tanpa guru. Tak ada yang mau membimbing seorang anak kusir kecuali seorang guru kehidupan bernama Rama Bargawa. Yang kemudian memberinya pusaka sakti panah Wijayacapa, keris Kalatida dan Kyai Jalak.

Satu-satunya istri yang dicintai adalah Dewi Surtikanti. Seorang putri negri Mandraka. Namun selalu menjaga jarak dengan mertuanya, Prabu Salya. Sampai ketika rahasia itu terungkap bahwa sebenarnya dia masih keturunan seorang putri raja dan seorang petinggi bangsa Dewa. Lengkaplah rasa marahnya kepada setiap orang yang seharusnya dihormatinya.

Sang ksatria pemanah lain itu bernama Karna. Bergelar Adipati dan duduk di singgasana negri bagian Hastinapura, bernama Awangga.

Dua ksatria pemanah, Arjuna dan Karna, ternyata lahir dari kandungan seorang ibu yang sama! Dan dua sedarah seibu itu harus menjalani pilihan untuk saling berhadapan, saling membunuh. Dua orang pemanah sakti yang harus berseberangan, sama-sama demi sebuah kebenaran!

Info lebih jauh :
http://www.pitoyo.com/duniawayang/mod.php?mod=userpage&menu=504&page_id=11

  

 

 

Divapress online menuliskan synopsis :

(http://divapress-online.com/index.php/buku/detail/718 )

“Dalam perjalanan hidup seseorang,
ada kalanya  harus memilih berdiri pada suatu pendirian
yang mengharuskannya berhadapan
justru dengan orang-orang yang sangat dihormati….”

Kisah dunia wayang dapat membuat kita selalu bercermin dan mawas diri. Kisah-kisah yang dituliskan oleh pujangga India, kemudian dituturkan kembali dalam versi Jawa oleh pujangga-pujangga Jawa, seperti Empu Kanwa, Empu Prapanca, Empu Sedah, dan Empu Panuluh.

Seperti juga kehidupan manusia, dalam kisah kehidupan dunia wayang selalu saja ada pertemuan antara kebaikan dan keburukan, kebijakan dan ketamakan. Dunia wayang bertutur tentang kehidupan lebih dari sepuluh generasi, ribuan tokoh, dan jutaan karakter. Beberapa ras atau bangsa, baik itu bangsa dewa, manusia, ular, kera, samudra, raksasa, gandarwa, jin, banaspati, hidup dalam satu dunia.

Sejak kecil, kisah-kisah dunia wayang selalu memberikan saya inspirasi dan obsesi tersendiri. Memberikan ide untuk mencoba me-lihat dan menyelami masing-masing tokoh dan karakter secara in-dividu. Kisah tentang keteladanan, kemarahan, kesendirian, kecongkakan, kejujuran, integritas, pengorbanan, kebijaksanaan, kebimbangan, dendam,  kekecewaan, dan pencarian, tersaji menjadi sebuah novel.

Inilah novel yang mengangkat kisah pertempuran dua pemanah, Arjuna-Karna, yang kaya dengan drama, air mata, darah, hingga kebajikan dan perjuangan atas pilihan hidup. Silakan baca, Anda akan merasakan atmosfir dunia wayang yang sungguh selalu menakjubkan!

About these ads

1 Response to "Novel Wayang “Arjuna – Karna” karya Pitoyo Amrih, 2010."

gw dukung Karna aja deh bang hehee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 534,345 hits

Categories

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 55 other followers

Halaman dilihat :

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 55 other followers

%d bloggers like this: