Pustaka Wayang

Gambar Grafis Wayang Purwa: Karya Kasidi-Darmotjarito (1) ; tulisan Rudy Wiratama Partohardono.

Posted on: June 22, 2010

Gambar Grafis Wayang Purwa: Karya Kasidi-Darmotjarito (1)

Tulisan Rudy Wiratama Partohardono

31 Jan 2010 jam 21:59

Pembaca sekalian,

Dalam sejarah hidup Anda, tentulah salah satu jalur Anda mengenal wayang hingga sampai ke level saat ini adalah dengan membaca buku-buku pewayangan yang (dulu) banyak sekali beredar di masyarakat. Dalam membaca buku wayang ini, ada beberapa hal yang menjadi “magnet” bagi para pembacanya untuk setia mengikuti terbitan demi terbitan.

Ada yang terpesona dengan gaya tuturnya.

Ada yang menanti lakon-lakon carangannya.

Ada pula yang menanti gambar grafisnya.

Ya, Gambar Grafis. Tak sekadar sebuah ilustrasi pada umumnya, gambar grafis wayang pada sebuah buku cerita wayang punya makna lebih: Ia sanggup membantu para membacanya membayangkan, mengkarakterisasi, dan bahkan mengimajinasikan jalan cerita dan tokoh pelakunya.

Gambar grafis pada buku pewayangan sebenarnya bukanlah barang baru. Sejak masa Hindu-Buddha, ilustrasi wayang telah dituangkan pada lontar-lontar. Di masa setelahnya, banyak manuskrip tentang cerita wayang yang dihias dengan gambar wayang seindah mungkin, kalau perlu diperada emas seperti wayangnya. Contoh yang masih dapat ditemui sampai sekarang adalah Serat Brantayuda milik Kasultanan Yogyakarta dan Serat Arjuna Sasrabahu milik Pura Mangkunegaran Surakarta.

Seiring dengan meluasnya literasi, buku dan gambar wayang pun tak lagi menjadi sebuah persembahan seni bagi raja pembacanya. Buku telah bisa dicetak massal. Dan gambar wayang pun bisa dicopy serta disisipkan di antaranya.

Dari situlah kita mengenal beberapa seniman gambar grafis wayang purwa, dengan karakteristik sendiri-sendiri: ada Soelardi, ada Soehatmanto, ada RM. Sajid, Ki Siswoharsojo dan, yang paling terkenal, karya Kasidi dari Jatisrono, Wonogiri, dan Darmotjarito.

Karya keduanya mungkin baru Anda kenal semenjak ” Sedjarah Wajang Purwa” karya Hardjowirogo menjadi sebuah buku “teks wajib” bagi Anda yang baru memulai kenal wayang. Dan sungguh, apa yang Anda dapatkan bukanlah suatu yang main-main: ilustrasi karya keduanya dikenal memiliki keindahan estetik, mencakup anatomi, sunggingan, bedahan, wanda hingga yang remeh-remeh seperti drenjeman, cawi dan bludiran.

Betapa tidak, menurut penelusuran, gambar-gambar yang menghiasi buku-buku era itu dibuat (sejatinya) untuk keperluan proyek Bale Poestaka tahun 1920-an, di mana produk kesusastraan keraton seperti Serat Pedalangan Ringgit Purwa dan Langendriya dari Mangkunegaran dan serial Serat Panji koleksi Kasunanan, yang mana butuh gambar ilustrasi untuk membantu pembacanya mencerna cerita yang (kebanyakan) dalam tembang-tembang Macapat, Tengahan bahkan Sekar Ageng.

Sumber gambarnya pun tak main-main pula: Tegas-tegas Balai Pustaka menyatakan terimakasihnya kepada KGPAA Mangkunegara VII karena mengizinkan kedua pelukis itu menduplikasi wayang-wayang koleksi beliau ke dalam bentuk gambar grafis. (Lihatlah pengantar Serat Langendriya jilid I)

Dan karena itu pula, gambar-gambar karya mereka berdua rata-rata memiliki garap yang rapi, halus, bersih dan indah.

Akan tetapi, riwayat Kasidi tak hanya sampai di situ. Tahun 1950-an ketika Samsudjin Probohardjono (yang wafat kira-kira awal dekade 90-an) menyusun beberapa jilid buku Pakem Pedalangan. Untuk memudahkan dalang yang memakainya mencari wayang untuk peraga tokoh tertentu, buku-buku karya Samsudjin ini menampilkan ratusan macam gambar wayang yang digambar oleh Kasidi, yang tentu sama sekali berbeda dengan koleksi Balai Pustaka. Singkatnya, hampir tak ada gambar tokoh wayang srambahan. Semua karakter digambar dengan ciri ikonografis masing-masing.

Gambar Kasidi dalam era ini tak sehalus buatan era 1920-an. Bisa jadi karena faktor usia, atau bisa jadi pula karena buku Samsudjin berukuran kecil (B5), tak seperti buku Balai Pustaka yang seukuran folio. Dengan ukuran seperti itu tentunya dituntut gambar yang meski kecil namun harus tetap nampak jelas. Akibat dari gambar “halus” yang dikecilkan lalu menjadi “njemblok” adalah gambar-gambar yang kita dapatkan dari buku-buku terbitan setelahnya yang memindah karya Kasidi dan Darmotjarito sebelum kita kenal sistem scanning yang canggih seperti sekarang….sampai pada akhirnya Ensiklopedi Wayang Indonesia menyajikan gambar yang sama sekali baru dari perupa masa kini seperti F. Sugiri (Museum Wayang Jakarta), Hadi Sulaskam dan S.B. Suseno (Sanggar Sedayu) dan Ki Bambang Suwarno, S.Kar,M.Hum.(ISI Surakarta) yang kemudian diduplikasi dengan cara yang lebih canggih dan bahkan menjadi patokan para penatah untuk membuat pola wayang (kalau malas bikin sendiri, hehehe)

Nah, tibalah kita pada klimaksnya.

Suatu sore, saya menemukan sebuah buku berisi kumpulan fotokopian gambar wayang di Alun-alun Utara Surakarta. Buku ini, semuanya berisi ilustrasi karya Kasidi era 1920-an dan 1950-an, dan saya tengarai belum semuanya termuat di situ. Kualitas fotokopian yang buruk membuat wayang-wayang yang sebenarnya indah menjadi “pating plethot” tak karuan.

80% di antaranya yang masih baik akan coba saya unggah dalam lampiran file berikut, dan beberapa lagi (yang masih memungkinkan) akan coba saya rekonstruksi. (Mas Mawan, bagaimana, tertarik merekonstruksi?)

Sementara saya split dalam beberapa file, karena memang gambarnya masih asli hasil scan dan belum saya olah, sehingga ukurannya besar.

Ke depan, doakan semoga saya bisa menyelesaikan seri Kasidi 1950 dan melanjutkan mengunggah karya Beliau edisi 1920-an, baik gambar wayang Purwa, Gedog dan Krucil.

(sesempat mungkin saya akan update juga notes ini 2-3 hari ke depan,tergantung stabilitas koneksi)

Selamat menikmati

About these ads

1 Response to "Gambar Grafis Wayang Purwa: Karya Kasidi-Darmotjarito (1) ; tulisan Rudy Wiratama Partohardono."

[…] wayang kulit purwa yang banyak tertampilkan di buku-buku wayang adalah karya-karya dari penggambar legendaris Kasidi, Darma Tjarita dan R Soelardi yang tertampilkan di seri buku “ Serat Pedhalangan Ringgit Purwa jilid 1 s/d 37 “ yang terbit […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 526,686 hits

Categories

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 53 other followers

Halaman dilihat :

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 53 other followers

%d bloggers like this: