Pustaka Wayang

Archive for the ‘Cerita Wayang’ Category

buku cerita wayang bergambar warna berbahasa Inggris, Pandu Dewabata’s Sin, Herjaka Hs, Lani Setyandari, Kanisius, Yogyakarta, King Pandu Dewanata, Vice Regent Tri Gantalpati, Yamawidura, Arjuna, Gajah Seno, Abiyasa, Vice Regent Gandamana, Resi Kimindama, Puntadewa, Prita, Madrim, Saptarengga, King Tremboko, Hyang Widi Wasa, Destarastra.

 

  

Data buku serial ke 4 :

Herjaka Hs, [penerjemah] Lani Setyandari ;  “ Pandu Dewanata’s Sin “  ;  Yogyakarta  ;  Kanisius  ;  2005 = cetakan pertama  ;  ISBN  9792111336, 9789792111330  ;  bahasa Inggris  ;  cerita wayang bergambar warna.

 

 

Synopsis :

The eldest son of Abiyasa was blind so the throne of Astinapura was handed over to the second son. During his goverment, Pandu was assisted by Vice Regent Trio Gantalpati. The Vice Regent position was obtained by Tri Gantalpati by deceived Vice Regent Gandamana.

The future of Astinapura was unclear for Pandu because he had not got any children yet. To chase away his loneliness Pandu and his two wives went hunting to the jungle. At that time he got a curse from a powerful resi. At last Pandu got five sons by “ Pameling Charm “ owned by Dewi Prita, his wife. The god’s curse came true, Pandu Dewanata and Madrim passed away. Furthermore the future of Astinapura would be determined by these five sons from the two wives.

 

.

Anda bisa melihat beberapa halaman buku ini di pratinjau terbatas di situs Google Books :
http://books.google.co.id/books?id=9ABsdeDPneYC&printsec=frontcover

Di situs Google Books, buku ini tercatat di URL :
http://books.google.co.id/books?id=9ABsdeDPneYC

—– 

Alamat penerbit Kanisius. 

Biodata penulis / penggambar Herjaka Hs.

Gatotkaca Tanding oleh Ardian Kresna.

http://divapress-online.com/index.php/buku/detail/599

[ pertama diunggah di Facebook Wayang Purwa – Buku pada 02 Januari 2010 ]

Data buku :

Ardian Kresna ; “ Gatotkaca Tanding “. ( Sebuah Novel Epos Wayang Jawa. Menyulam Kebajikan Tradisi Sang Leluhur. ) ; Yogyakarta ; DIVA Press ; Nopember 2009 = cetakan 1 ; 244 halaman ; bahasa Indonesia .

.

 

Sinopsis :

Secepat kilat Gatotkaca melesat terbang ke angkasa. Para Kurawa terbengong melihat kehebatan baru yang kini dimiliki putra Pandawa itu. Mereka berduyun-duyun masuk ke dalam istana dengan langkah kaki tak segagah tadi. Banyak di antara mereka meringis kesakitan, mengaduh sambil memegangi bagian-bagian tubuh yang terkena pukulan dan tendangan Gatotkaca. Dursasana dan Patih Sengkuni memegangi tangannya masing-masing, yang lainnya berjalan terpincang-pincang…

Gatotkaca, setiap orang Jawa khususnya, atau mereka yang pernah bersinggungan dengan kebudayaan Jawa, pastilah mengenal sosok sakti mandraguna yang sungguh menakjubkan itu. Kenal, sayangnya, justru sangat sedikit yang mengerti benar silsilahnya, kehebatannya, apalagi kebajikan-kebajikan hidupnya, yang sesungguhnya sangat brilian untuk kita teladani sebagai prinsip-prinsip hidup di era facebook ini.

Ini adalah novel, tentu sangat menyenangkan untuk dibaca sekali duduk, namun di atas itu semua, buku ini menyebarkan pesona kebajikan hidup para leluhur yang kini kian luruh. Gatotkaca Tanding, sebuah novel epos pewayangan yang sangat langka, kaya ilham dan pesona. Sepaket dengan dua novel epos wayang lainnya, Pahlawan Pilihan Kreshna dan Arjuna Sang Pembunuh.

 

Info alamat dan data Penerbit  :  DIVA Press

Pahlawan Pilihan Kreshna oleh Ardian Kresna.
http://divapress-online.com/index.php/buku/detail/603

;

 

Data buku :

Ardian Kresna ; “ Pahlawan Pilihan Kreshna “. ( Sebuah Novel Epos Wayang Jawa. Menyulam Kebajikan Tradisi Sang Leluhur. )  ;  Yogyakarta  ;  DIVA Press  ;  Nopember 2009 = cetakan 1  ;  208 halaman  ;  ISBN 978-602-955-334-5 ;  bahasa Indonesia .

Sinopsis :

Malam itu juga, dengan perasaan lelah, kecewa, dan sedih, bala tentara Paranggelung membereskan barang-barangnya. Kereta jenazah agung Kerajaan Amarta pemberian Prabu Yudhistira segera disiapkan. Jenazah lalu dibalsam agar tidak rusak karena akan menempuh perjalanan selama berminggu-minggu.

Di pagi harinya, setelah upacara penghormatan terakhir kepada Raja Agung Parang-gelung yang telah mangkat dilakukan oleh keluarga Pandawa dan seluruh tentara Amarta, rombongan Paranggelung bergerak perlahan-lahan meninggalkan istana Amarta, dikawal oleh Raden Drestajumena sebagai wakil dari Kerajaan Amarta.

Haru, lara, dahsyat, arif, dan penuh dedikasi hidup! Itulah serpihan wisdom sang pahlawan agung. Sebagai sebuah novel, bacaan ini sungguh sangat mengalir, menghibur, dan nyaman diikuti dalam sekali duduk saja. Namun lihatlah, kekuatan utama buku ini terletak pada kandungan nilai-nilai kebajikan yang disebarkannya sebagai kesaksian atas keagungan falsafah hidup para leluhur, yang kian sirna dari ingatan kita.

Pahlawan Pilihan Kreshna, sebuah novel epos pewayangan yang sangat bernas, langka, kaya data, wawasan, ilham, dan kearifan. Selevel dengan dua novel epos wayang lainnya, Gatotkaca Tanding dan Arjuna Sang Pembunuh.

‘ 

 

Info alamat dan data Penerbit : DIVA Press

Arjuna Sang Pembunuh oleh Ardian Kresna.
http://divapress-online.com/index.php/buku/detail/597

Data buku : 

Ardian Kresna ; “ Arjuna Sang Pembunuh “ ( Sebuah Novel Epos Wayang Jawa. Menyulam Kebajikan Tradisi Sang Leluhur. ) ; Yogyakarta ; DIVA Press ; Nopember 2009 = cetakan 1 ; ? halaman ; bahasa Indonesia .

 ‘

Sinopsis :

Seperti yang telah dijanjikan para dewa, atas kemenangannya membasmi keangkara-murkaan Niwatakawaca, Arjuna dinikahkan dengan Dewi Supraba dan enam bidadari yang dahulu pernah menggodanya di Gunung Indrakila. Selama tujuh bulan lamanya, Arjuna menikmati anugerah kemenangan dengan berkesempatan menjadi seorang raja di Kaindran, bergelar Prabu Kariti.

 Setelah menikmati kebahagiaan sebagai raja di kahyangan, Arjuna turun kembali ke bumi, bergabung dengan saudara-saudaranya di Rimba Kamiaka, menjalani laku karmanya kembali sebagai seorang ksatria yang sedang menjalankan masa hukuman pengasingan dengan dibuang selama tiga belas tahun di bumi pewayangan, mencari keadilan, dan memperebutkan kembali hak-haknya atas tahta Astina. Para anak mendiang Pandu Dewanata bahu-membahu dalam suka dan duka menjalani kehidupan, berjuang menemukan kebahagiaan yang terampas.

 Penggemar kisah epos, novel ini sangat nyaman dibaca dan dinikmati bahkan hanya dalam sekali duduk. Mengalir, bak air danau yang tenang, namun di balik kesenyapannya, tersimpan mutiara nilai-nilai kemuliaan dan kegigihan memenangkan kehidupan. Falsafah agung para leluhur ditebarkan begitu lugas dan kaya di sini.

Arjuna Sang Pembunuh, sebuah novel epos pewayangan yang sangat inspiratif, berkarakter kuat, dan kaya hikmah kebajikan. Seikat dengan dua novel epos wayang lainnya, Pahlawan Pilihan Kreshna dan Gatotkaca Tanding.

—– 

Alamat dan data Penerbit :

DIVA Press
Sampangan Gg. Perkutut no. 325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan, Yogyakarta
Tel : (0274) 4353776 , 7418727
Fax : (0274) 4353776

Email 1 : redaksi_divapress@yahoo.com
Email 2 : ircisod68@yahoo.com
Website : http://www.divapress-online.com/

Dewi Madrim, Prabu Pandu Dewanata, Puntadewa, Dewi Prita, Tri Gantalpati, Arjuna, Gajah Seno, Pringgodani, patih Gandamana, Resi Kimindama, Saptarengga, Aji Pameling, Destrarastra, Prabu Tremboko, Yamawidura, Bathara Dharma.

.

Data buku serial ke 4 :

Herjaka Hs  ;  “ Dosa Pandu Dewanata “  ;  Yogyakarta  ;  Kanisius  ; 2005 = cetakan pertama  ; ISBN 9796729008, 9789796729005  ;  bahasa Indonesia  ;  cerita wayang bergambar.

.

Sinopsis :

Putra sulung Astinapura tidak dapat melihat. Maka, takhta Astinapura diberikan kepada putra kedua. Dalam pemerintahannya Pandu dibantu oleh Patih Tri Gantalpati. Kedudukan itu diperoleh Tri Gantalpati dengan cara memperdaya Patih Gandamana.

Bagi Pandu masa depan Astinapura tidak jelas karena ia belum mempunyai anak. Untuk mengusir kesepiannya Pandu dan kedua istrinya berburu ke hutan. Saat itulah ia terkena kutuk dari seorang resi sakti.

Akhirnya Pandu memperoleh lima anak dengan bantuan aji pameling yang dimiliki Dewi Prita, istrinya.

Kutuk dari dewa terjadi, Pandu Dewanata dan Dewi Madrim meninggal. Selanjutnya masa depan Astinapura akan banyak ditentukan oleh kelima anak yang lahir dari dua istri ini.

———- 

Anda bisa melihat beberapa halaman buku ini di pratinjau terbatas di situs Google Books :
http://books.google.co.id/books?id=klaY5bWx5UoC&printsec=frontcover

Di situs Google Books, buku ini tercatat di URL :
http://books.google.co.id/books?id=klaY5bWx5UoC

———- 

Alamat penerbit Kanisius

Biodata penulis / penggambar Herjaka Hs.

Buku cerita wayang bergambar berbahasa Inggris, Gendari’s Grudge, Herjaka Hs, Kanisius, Yogyakarta, 2005, Pandu, Mandura, Setyawati, Destarastra, Ambika, Ambalika, Gendari, Begawan Druwasa, Prita, Madrim, Pameling Charm, Bandondari, Candra Birawa Charm, Bathara Surya, King Basukunti, Tri Gantalpati.

.

 

Data buku :

Herjaka Hs  ;  “ Gendari’s Grudge “  ;  Yogyakarta  ; Kanisius  ;  2005 = cetakan pertama  ;  ISBN 9792111328, 9789792111323 ;  bahasa Inggris  ;  cerita wayang bergambar.

 

Abiyasa had three sons. All of them were handicapped but hat got superiority. The eldest son named Destarastra was blind but very powerful. The second son was Pandu Dewanata who hat got deformed neck but was good at archery. His blood was white therefore he would be free from any evil things. The third son named Yamawidura was lame but good at state structure.

After being mature, Pandu Dewanata joined a competition which was already won by Prince Narasoma. He could shoot a bird as what had done by Prince Narasoma. Therefore he was entitled to marry Prita. Prince Narasoma challenged Pandu to fight a duel. The fight was won by Pandu. So Madrim, Prince Narasoma’s younger sister, was entrusted to Pandu.

Halfway home Pandu was challenged by Tri Gantalpati who was defeated successfully. So Tri Gantalpati entrusted his elder sister, Gendari, to Pandu.

Pandu loved his elder brother so much then he invited Destarastra to choose one princess. The selected princess didn’t love Destarastra so it was neither proud nor happiness which grew in the heart of that Putri Boyongan, but grudge. The grudge would be brought along the history of her descendants.

———- 

Anda bisa melihat beberapa halaman buku ini di pratinjau terbatas di situs Google Books :
http://books.google.co.id/books?id=Aj03_VW-nDkC&printsec=frontcover#PPT5,M1 

Di situs Google Books, buku ini tercatat di URL :
http://books.google.co.id/books?id=Aj03_VW-nDkC

—– 

Alamat penerbit Kanisius

Biodata penulis Herjaka Hs.

Buku cerita wayang bergambar, Dendam Dewi Gendari, Herjaka Hs, Kanisius, Yogyakarta, Dewi Madrim kerajaan Mandura, Dewabrata, Dewi Ambika, Dewi Setyawati, Destarastra, Begawan Druwasa, Dewi Gendari, Aji Pameling, Dewi Bandondari, Prabu Basukunti, Tri Gantalpati, Bathara Surya, Aji Candra Birawa.

.

Buku serial ke 3 dari penulis Herjaka Hs :

.

Herjaka Hs  ;  “ Dendam Dewi Gendari “  ;  Yogyakarta  ;  Kanisius  ; 2005 = cetakan pertama  ; ISBN 9796728990, 9789796728992  ;  bahasa Indonesia  ;  cerita wayang bergambar.

.

Sinopsis :

Abiyasa mempunyai tiga orang putra. Ketiganya tak ada yang sempurna, namun mereka mempunyai keunggulan. Anak pertama bernama Destarastra, ia buta namun sangat sakti. Anak kedua Pandu Dewanata, ia cacat leher namun pandai memanah. Ia berdarah putih sehingga terhindar dari segala serangan jahat. Anak ketiga Yamawidura, kakinya panjang sebelah namun ia menguasai ilmu ketatanegaraan.

Setelah dewasa, Pandu Dewanata mengikuti sayembara yang sebelumnya telah dimenangkan oleh Raden Narasoma. Ia berhasil memanah burung seperti yang dilakukan oleh Raden Narasoma. Dengan demikian, ia berhak memboyong Dewi Prita. Raden Narasoma menantang Pandu untuk perang tanding. Pertarungan dimenangkan oleh Pandu, maka Dewi Madrim, adik Raden Narasoma diserahkan kepada Pandu.

Di tengah perjalanan pulang Pandu ditantang oleh Trigantalpati dan berhasil dikalahkan. Maka, Trigantalpati menyerahkan kakaknya, Dewi Gendari, kepada Pandu.

Pandu sangat mencintai kakaknya, maka ia mempersilakan Destarastra memilih satu putri. Putri yang dipilih ternyata tidak mencintai Destarastra sehingga bukan kebanggan dan kebahagiaan yang tumbuh dalam hati putri boyongan itu, tetapi dendam. Dendam itulah yang akan terus dibawa dalam sejarah keturunannya.

.

—– 

Anda bisa melihat beberapa halaman buku ini di pratinjau terbatas di situs Google Books :
http://books.google.co.id/books?id=J7bYj1_FH0kC&pg=PT31&dq=mahabarata&lr=&as_brr=3&as_pt=BOOKS#PPT26,M1

Di situs Google Books, buku ini tercatat di :
http://books.google.co.id/books?id=J7bYj1_FH0kC

—– 

Alamat penerbit Kanisius

Biodata penulis / penggambar Herjaka Hs.

buku cerita wayang bergambar berbahasa Inggris, Grace for Dewabrata, Herjaka Hs, Kanisius, Yogyakarta, 2005, Ganggawati, Kasi, Amba, Begawan Palasara, Sang Hyang Narada, eight wasu, Astinapura kingdom, Talkanda land, Gangga river, King Sentanu, Setyawati, Sang Hyang Yama.

Data buku :

Herjaka Hs  ;  “ Grace for Dewabrata “  ;  Yogyakarta  ; Kanisius  ;  2005 = cetakan pertama  ;  ISBN 979211131X, 9789792111316  ;  bahasa Inggris  ;  cerita wayang bergambar.

Dewabrata lived as a hermit in Talkanda. During the leadership of Citragada the luxury decreased and people became not prosperous. Even rebellion take place. During the battle against the rebells, King Citragada passed away. Then the throne of Astinapura was held by Wicitrawirya, Citragada’s brother, but it also didn’t persist for a long time. Wicitrawirya passed away because of his illness.

After both of her sons passed away, Setyawati asked Dewabrata to ascend the throne. Dewabrata held on firmly his oath. The throne that had been handed over wouldn’t taken anymore. Then the throne of Astinapura was handed over to Abiyasa, the son of Setyawati with her former husband, Hermit Palasara. Abiyasa was the only hope of Setyawati’s expectation would be granted.

.

 

Anda bisa melihat beberapa halaman buku ini di pratinjau terbatas di situs Google Books :
http://books.google.co.id/books?id=j_o-Ddj2wFsC&printsec=frontcover

Di situs Google Books, buku ini tercatat di URL :
http://books.google.co.id/books?id=j_o-Ddj2wFsC

Anugerah Dewabrata oleh Herjaka Hs

Buku cerita wayang bergambar, Anugerah Dewabrata, Herjaka Hs, Kanisius, Yogyakarta, 2005, sungai Gangga, Dewi Amba, Dewi Setyawati, Prabu Sentanu, Begawan Palasara, kerajaan Astinapura, Dewi Ganggawati, Sang Hyang Narada, pertapaan Talkanda, Mahabarata.

Data buku :

Herjaka Hs  ;  “ Anugerah Dewabrata “  ;  Yogyakarta  ;  Kanisius  ; 2005 = cetakan pertama  ;
ISBN 9796728982, 9789796728985  ;  bahasa Indonesia  ;  cerita wayang bergambar.

.

Tampuk pemerintahan kerajaan Astinapura dipegang oleh Citragada, keturunan Dewi Setyawati. Sementara itu, Dewabrata hidup sebagai pertapa di Talkanda. Dalam pemerintahan Citragada kemakmuran surut dan rakyat menjadi tidak sejahtera. Bahkan, terjadi pemberontakan. Dalam pertempuran melawan pemberontak itu Raja Citragada meninggal. Takhta Astinapura kemudian dipegang Wicitrawirya, adiknya, tetapi juga tidak berlangsung lama. Wicitrawirya meninggal karena sakit.

Setelah kedua putranya meninggal, Setyawati meminta Dewabrata untuk naik takhta. Dewabrata tetap memegang teguh janjinya. Takhta yang sudah diserahkan tak akan diambilnya lagi. Takhta Astinapura kemudian diserahkan kepada Abiyasa, putra Setyawati dengan suami terdahulu, Begawan Palasara. Abiyasa lah satu-satunya harapan akan terkabulnya cita-cita Setyawati.

Anda bisa melihat beberapa halaman buku ini di pratinjau terbatas di situs Google Books : http://books.google.co.id/books?id=quZUGX_qQXEC&pg=PT35&dq=mahabarata&lr=&as_brr=3&as_pt=BOOKS#PPP1,M1

Di situs Google Books, buku ini tercatat di URL :
http://books.google.co.id/books?id=quZUGX_qQXEC

Alamat Penerbit Kanisius,
Jl. Cempaka 9, Deresan, Yogyakarta 55281
Kotak Pos 1125/Yk, Yogyakarta 55011
Tel (0274) 588783, 565996 ; Fax (0274) 563349
Website : http://www.kanisiusmedia.com
E-mail : office@kanisiusmedia.com

Kasi kingdom, Ambalika, King Sentanu, King Salwa, Ganggawati, Ambika, Gangga river, Begawan Palasara, Arimuka, Wahmuka, Sentanu, Setyawati, Astinapura kingdom, Begawan Pamaparasu, Dewabrata.

.

Mahabharata is a wayang story that has rooted in Indonesia. For the old generation this story has deeply rooted but for the young generation this story needs to be introduced and lifted in order to make it as the reflection of life.

Various experiences of life like diligence, loyalty, bravery, struggle, hope, love, sacrifice, despair, cruelty, intrigue, ambition, tragedy, which are parts of human life, thus our life, have been written about in this Mahabharata story. By this story we can reflect and learn about life.

This Mahabharata story is provided in five continued story books with illustration of interesting wayang drawings. This book is published in two languages namely Indonesian and English therefore the readers may choose which book gives benefit the most.

———-

Data buku :

Herjaka Hs  ;  “ Dewabrata’s Loyalty “  ;  Yogyakarta  ; Kanisius  ;  2005 = cetakan pertama  ;  ISBN 9792111301, 9789792111309  ;  bahasa Inggris  ;  cerita wayang bergambar.

.

 

After being left by his beloved wife, King Sentanu, the king of Astinapura wanted to marry again. Princess Setyawati was willing to, provided that her descendants should inherit the throne of Astinapura kingdom. For the sake of his love to his father, Dewabrata was willing to entitle the rights of the throne to Princess Setyawati’s descendants. As the guarantee, Dewabrata took an oath to lead celibate life so that Princess Setyawati’s descendant inherit the throne of Astinapura.

Dewabrata’s loyalty to his oath got hard trial precisely from his own teacher who expected Dewabrata to marry Princess Amba. The conflict of the teacher and his disciple couldn’t be avoided and the theacher was defeated. Princess Amba so stricken by the defeat of Dewabrata’s teacher who became her last hope to lift up the buried of her self-esteem.

———- 

Anda bisa melihat beberapa halaman buku ini di pratinjau terbatas di situs Google Books :
http://books.google.co.id/books?id=Rl6auYWb6Z8C&printsec=frontcover

Di situs Google Books, buku ini tercatat di URL :
http://books.google.co.id/books?id=Rl6auYWb6Z8C

Alamat Penerbit Kanisius,
Jl. Cempaka 9, Deresan, Yogyakarta 55281
Kotak Pos 1125/Yk, Yogyakarta 55011
Tel (0274) 588783, 565996 ; Fax (0274) 563349
Website : http://www.kanisiusmedia.com
E-mail : office@kanisiusmedia.com


Blog Stats

  • 508,500 hits

Categories

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 48 other followers

Halaman dilihat :

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 48 other followers