Pustaka Wayang

Archive for January 2010

Buku “ Pepak Basa Jawa “ karya Soewardi Haryono

Data buku :

Soewardi Haryono ; “ Pepak Basa Jawa “ ; Yogyakarta ; Pustaka Widyatama ; 2009 = cetakan ke 2 ( 2008 = cetakan pertama) ; ISBN 979-610-242-0 ; ISBN 978-979-610-242-6 ; viii + 164 halaman ; gambar, bahasa Jawa.

[ diunggah pertama 30 Jan 2010 : Budi Adi Soewirjo ]

 

Sebagai buku pengetahuan bahasa Jawa buku ini banyak menghimpun catatan penting tentang Kawruh Basa, Paramasatra, Kasusastran, Aksara Jawa ; dan yang menarik buku ini juga memuat catatan penting tentang wayang serta memuat gambar wayang. Bisa membangkitkan minat untuk mengetahui wayang lebih jauh.

 

Data penerbit :

Pustaka Widyatama
Jl. Irian Jaya D-24 Perum Nogotirto Elok II
Yogyakarta 55292
Tel. 0274 – 7103084
Fax. 0274 – 620879

 

[ akhir unggah 30 Jan 2010 ]

[ pemutakhiran 18 Peb 2012 }

Bahan pengayaan :

1.

Artikel Tentang Berbagai Kamus Bahasa Jawa  dikutip dari laman Rumah Budaya Tembi Yogyakarta :
https://wayangpustaka.wordpress.com/2010/01/07/431/

2.

Buku “Kamus Basa Jawa. (Bausastra Jawa)” edisi kedua 2011 susunan Tim Balai Bahasa Yogyakarta :
http://wayangpustaka02.wordpress.com/2012/02/02/kamus-basa-jawa-susunan-tim-balai-bahasa-yogyakarta-edisi-kedua-2011/

 

Ensiklopedi Wayang Indonesia terbitan Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia ( Sena Wangi ).

1.

Judul Ensiklopedi wayang Indonesia: A-B
Jilid 1 dari Ensiklopedi wayang Indonesia,
ISBN 979924000X, 9789799240002
Editor Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia
Penerbit Sena Wangi, 1999
   
   
ISBN 9799240018, 9789799240019
Tebal ? halaman

Data di Google Books :

http://books.google.co.id/books?id=pN9kAAAAMAAJ&dq=wayang&lr=&as_drrb_is=q&as_minm_is=0&as_miny_is=&as_maxm_is=0&as_maxy_is=&as_brr=0&source=gbs_book_other_versions_r&cad=2

2.

Judul Ensiklopedi wayang Indonesia: C-J
Jilid 2 dari Ensiklopedi wayang Indonesia,
ISBN 979924000X, 9789799240002
   
Editor Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia
Penerbit Sena Wangi, 1999
ISBN 9799240026, 9789799240026
Tebal ? halaman

 Data di Google Books :

http://books.google.co.id/books?id=5w-RPAAACAAJ&dq=wayang&lr=&as_drrb_is=q&as_minm_is=0&as_miny_is=&as_maxm_is=0&as_maxy_is=&as_brr=0

3.

Judul Ensiklopedi wayang Indonesia: KLMNP
Jilid 3 dari Ensiklopedi wayang Indonesia,
ISBN 979924000X, 9789799240002
   
Editor Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia
Penerbit Sena Wangi, 1999
ISBN 9799240034, 9789799240033
Tebal        ? halaman

Data di Google Books :

http://books.google.co.id/books?id=4zhgGQAACAAJ&dq=wayang&lr=&as_drrb_is=q&as_minm_is=0&as_miny_is=&as_maxm_is=0&as_maxy_is=&as_brr=0&source=gbs_book_other_versions_r&cad=5

4.

Judul Ensiklopedi wayang Indonesia: R-S
Jilid 4 dari Ensiklopedi wayang Indonesia,
ISBN 979924000X, 9789799240002
   
Editor Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia
Penerbit Sena Wangi, 1999
ISBN 9799240042, 9789799240040
Tebal ? halaman

Data di Google Books :

http://books.google.co.id/books?id=6A-RPAAACAAJ&dq=wayang&lr=&as_drrb_is=q&as_minm_is=0&as_miny_is=&as_maxm_is=0&as_maxy_is=&as_brr=0&source=gbs_book_other_versions_r&cad=2

5.

Judul Ensiklopedi wayang Indonesia: jilid 5 [TUWY dan Lakon]
Jilid 5 dari Ensiklopedi wayang Indonesia,ISBN 979924000X, 9789799240002
   
Editor Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia
Penerbit Sena Wangi, 1999
ISBN 9799240050, 9789799240057
Tebal 1936 halaman

 Data di Google Books :

http://books.google.co.id/books?id=6Q-RPAAACAAJ&printsec=frontcover&dq=editions:ISBN9799240069

6.

Judul Ensiklopedi wayang Indonesia: jilid 6 [Silsilah, gambar grafis, daftar kepustakaan, & indeks]
Jilid 6 dari Ensiklopedi wayang Indonesia,
ISBN 979924000X, 9789799240002
   
Editor Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia
Penerbit Sena Wangi, 1999
ISBN 9799240069, 9789799240064
Tebal ? halaman

 Data di Google Books :

http://books.google.co.id/books?id=UdwIGQAACAAJ&dq=wayang&lr=&as_drrb_is=q&as_minm_is=0&as_miny_is=&as_maxm_is=0&as_maxy_is=&as_brr=0&source=gbs_book_other_versions_r&cad=5

( Koleksi Sergio Mandagi, Manado )

Buku Wayang : Nonton Wayang Dari Berbagai Pakeliran karya R. M. Pranoedjoe Poesponingrat

falsafah wayang, budi pekerti, sejarah wayang, uraian tokoh wayang, lakon wayang, para dewa, arjuna sasrabahu, ramayana, mahabarata, baratayuda, pathet, tatahan wayang, sunggingan wayang, wanda wayang, gagrag wayang, simpingan wayang, gambar detail wayang kulit purwa Jawa.

R. M. Pranoedjoe Poesponingrat ; “ Nonton Wayang Dari Berbagai Pakeliran “ ; Yogyakarta ; Badan Penerbit Kedaulatan Rakyat ; 2008 = cetakan ke 2 ; xii + 278 halaman ; bahasa Indonesia + abstract dalam bahasa Inggris, gambar wayang.

[ Disayangkan bahwa Badan Penerbit Kedaulatan Rakyat ( belum mendaftarkan ? ) serta tidak mencantumkan nomor ISBN untuk buku ini. Demikian juga tidak mencamtukan tahun cetakan pertama nya – yang diperkirakan September 2005 sebagai terbitan pertama ]

Buku ini merupakan gabungan dari berbagai hal yang berkaitan dengan wayang. Tampak bahwa tujuan utama penulis adalah membahas masalah falsafah dalam wayang serta masalah budi pekerti Jawa yang bisa diambil dari wayang. Namun, agar semua itu bisa lebih jelas diterangkan, maka diuraikan juga tentang sejarah wayang, tokoh-tokoh wayang, ringkasan lakon-lakon. Setelah itu ada beberapa keterangan tambahan – yang juga tak kalah menariknya – tentang wayang kulit purwa Jawa. Boleh dikatakan bahwa buku ini adalah buku yang sangat bermanfaat dibaca bagi seseorang yang ingin tahu lebih banyak tentang wayang purwa Jawa karena merangkum bermacam hal, ringkas padat bermanfaat.

R. M. Pranoedjoe Poesponingrat  – putra KRT Poespaningrat yang ahli dalam adat istiadat Jawa di Keraton Yogyakarta – menuliskan bahwa susunan penyajian buku ini adalah sbb :

  1. Bebuka sebagai latar belakang.
  2. Wayang dan Tasawuf Jawa mengenai Fungsi Wayang, Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu, Lahirnya Catur Hawa, dan Wejangan Asta Brata.
  3. Buti-butir Budi Pekerti Jawa dalam Wayang seperti dicontohkan dalam Bhagawat Gita, Baratayuda, Ramayana, Arjuna Sasrabahu, Arjuna Wiwaha dan Dewaruci.
  4. Ramayana, epos Walmiki dari India dan Kakawin Ramayana dalam Jawa Kuno, 903.
  5. Mahabarata, karya Wyasa dan Kakawin Mahabarata Jawa Kawi, 1016.
  6. Baratayuda, dan Kakawin Baratayuda karya Empu Sedah dan Empu Panuluh, 1157.
  7. Catatan Akhir menyajikan beberapa keterangan tambahan.

             [ terdiri dari :

             Pathet Wayang : Expression of Mode

             Sunggingan dan Tatahan : Expression of Art

             Wanda Wayang : Expression of Mood

             Terminologi Gelung, Gurda dll.

             Gagrak Wayang : Expression of Diversity

             Simpingan Wayang : Expression of Beauty

             Lakon Wayang : Expression of Values ]

8. Abstract dalam bahasa Inggris ditujukan untuk pembaca warga asing yang tidak berbahasa Indonesia.

Buku Lagu Dolanan Terbitan 1958 “ Mbombong Manah “ jilid 2 dihimpun oleh R. Tedjohadisumarto

Data buku :

Kaimpun dening R. Tedjohadisumarto ; “ Mbombong Manah “ jilid 2 ; Jakarta ; Djambatan ; 1958 ; 52 halaman.

[ diunggah pertama 15 Jan 2010 : Budi Adi Soewirjo di laman Facebook Wayang Purwa Buku ]

 

Buku jilid 2 ini berisi lagu-lagu dolanan anak , titi laras dan ‘ cakepan ‘ / lyrics . Diurutkan menurut laras lan pathet.

Keterangan untuk jilid-jilid lainnya :

Buku jilid 1 berisi teori beserta petunjuk-petunjuk.

Buku jilid 3 berisi Sekar Matjapat, Sekar Matjapat mawi lagu sanes, Sekar Tengahan.

Buku jilid 4 berisi Sekar Ageng.

Buku jilid 5 berisi Sekar Gending.

———- 

Isi buku jilid 1 adalah sebagai berikut :

 

 

‘Ebook’ nya bisa ditemui dan diunduh di alamat URL :

http://www.4shared.com/file/197647546/2cbc4e48/Mbombong_Manah_II.html

 [ akhir unggah 15 Jan 2010 ]

Salam sejahtera untuk semua pembaca blog ini.

Sebetulnya saya sangat ingin untuk mengunggah di blog ini photo-photo sampul buku wayang terbitan Indonesia tahun 1921 ~ 2009 yang saat ini ada di koleksi laman Facebook ” Wayang Purwa – Buku ” yang saya kelola. ( Tampilan koleksi akan terus menerus di mutakhir kan ).

Namun apa daya, kenyataannya, saya tidak punya cukup waktu untuk melakukannya.

Oleh karena itu saya persilakan pembaca untuk singgah di album foto laman Facebook ” Wayang Purwa – Buku ” dengan alamat URL :

 http://www.facebook.com/pages/Wayang-Purwa-Buku/82972305747?v=photos

Selamat melihat nya. Silakan tuliskan komentar, saran, atau komplain (jika ada, mudah2an tidak ada ) di sana. Atau mohon dikirimkan ke alamat email  kanciljawi@gmail.com .

Terima kasih dan salam,

BAS

ebook wayang, cerita wayang, Mahabharata, R. M. Soetarta Hardjawahana.

Admin menemukan buku berjudul ” Mahabharata Kawedar ” ditulis oleh R. M. Soetarta Hardjawiraga. Ternyata buku ini adalah ” kalawarti ” = barang tercetak yang terbit berkala ( sebenarnya terjemahan yang umum berarti ” berita yang terbit berkala ” ). Namun cetakan berkala ini berbentuk buku yang memuat cerita Mahabarata secara bersambung. Buku cerita Mahabharata yang terbitnya berkala satu buku tiap bulan.

Yang ditemui Admin berjudul lengkap :

” Mahabharata Kawedar ” no.2 taoen IV Februari 1939. Kalawarti woelanan medal saben tanggal 1 woelan Walandi. Directie, Redactie toewin Administratie : p/a R. M. Soetarta Hardjawahana, Timoeran Solo.

 

‘Ebook’ nya bisa ditemui dan diunduh di internet pada alamat URL :
http://www.4shared.com/file/193168203/f61c3edb/Mahabharata_Kawedar_2_IV_Feb_1.html

Dari buku yang ditemui ini berarti buku pertama terbit tahun 1935. Namun Admin tidak mengetahui sampai tahun berapa [?] buku bersambung ini diterbitkan karena tdk ada data yg Admin dapatkan.

[ Catatan : Admin pernah melihat buku bersambung terbit berkala serupa (tetapi bukan ditulis dan diterbitkan R. M. Soetarta Hardjawahana) yang terbit sekitar 1955, sayang Admin tdk punya buku tersebut sekarang ].

Buku Wayang : Pacandra Warnane Semar Gareng Petruk oleh R. Tanojo.
R. Tanojo, pacandra, menguraikan dengan kata-kata sesuatu wujud, simbol di wewujudan wayang kulit purwa, semar, gareng, petruk.

Kebudayaan Jawa senang dengan “ bahasa simbol “ , untuk menjelaskan sesuatu sering diwujudkan dengan simbol / “ gegambaran “. Kemudian “ gegambaran “ tadi “ dicandra “. “ Dicandra “ (kata kerja) kurang lebih artinya menguraikan dengan kata-kata sesuatu wujud atau keadaan .

Rekan Mawan Sugiyanto dari laman wayang electronic http://e-wayang.org , telah mengembangkan gambar wayang kulit purwa punakawan Semar, Gareng dan Petruk secara digital. Di wewujudan tokoh punakawan ini orang Jawa juga membubuhkan simbol-simbol.

Admin Wayang Purwa Buku mencari kembali di koleksi buku-buku wayang yang menceritakan arti simbol-simbol di wewujudan tokoh punakawan tadi. Di buku Sadjarah Pandawa dan Korawa penulis R. Tanojo menguraikan “ Pacandran Semar Gareng Petruk “. Di bawah ini Admin mengutipnya sebagai peran serta dukungan ke laman e-wayang memperkaya bahan kepustakaan. Tentu saja tulisan R. Tanojo ini merupakan salah satu ‘ tafsir ‘, mungkin masih ada ‘ tafsir ‘ lain dari penulis atau dalang lain. Seni terbuka untuk bebas ‘ ditafsirkan ‘. Bukankah begitu ?

Pacandran warnane Semar :

Semar, dedege cebol, sirah cilik rambut cendhak warna ireng, nganggo kuncung rambut putih, idepe ngramyang, mata rembes, (pacandran loro iki ing gambar wayang ora bisa cetha, bisane ngarani mung miturut panjanturing dalang), irung sunti (irung cilik) [atau sunthi ?], lambe cablik (lambe kang tipis), untu siji, rai kapulas putih, nganggo suweng lombok, bokong bunder gedhe, nganggo jarik poleng wangun ceplok kapulas warna papat : abang putih kuning ireng. Arane Semar, Ki Badranaya, Ki Bojagati, Ki Margaewuh. Padunungane ingaran ing Karang Kabolotan.


Terjemahan bebas nya :
Semar, perawakannya cebol, kepala kecil berambuk pendek / cepak warna hitam, berkuncung rambut putih, bulu mata jarang-jarang, mata berair, (dua uraian wujud tadi kalau di gambar tidak bisa jelas, hanya bisa diuraikan dengan narasi dalang), hidung kecil, bibir tipis, gigi satu, wajah berbedak putih, memakai anting-anting (bentuk) lombok, pantat besar bundar, memakai jarik poleng (motif kotak-kotak) dengan empat warna : merah kuning putih hitam. Nama lain Semar, Ki Badranaya, Ki Bogajati, Ki Margaewuh. Tempat tinggalnya bernama Karang Kabolotan.

Pacandran warnane Nalagareng :

Nalagareng iku anake Semar kang tuwa, dedege endhek cilik, sirah gundhul nganggo kucir, matane kera, lambene cupet, irunge bunder gedhe, tangan tekle, sikil pincang bubulen, pasemone peteng, kalunge gobog (dhuwit ing nagara Cina), jarik slobok (wujud kotakan pasagen kagaris tengah saka ing pojok, saparo garis mau kapulas putih, sasisik kapulas ireng), gegamane arit (saweneh ngarani kudi), arane maneh : Cekrutruna.


Ayo, mas Mawan Sugiyanto yang membantu menerjemahkan ke bahasa Indonesia. Mangga.

Tidak sampai lima menit terjemahan mas Mawan Sugiyanto sudah muncul. Terima kasih. Ini terjemahan mas Mawan Sugiyanto :

Nalagareng itu adalah putra Semar yang pertama, perawakannya pendek dan kecil, kepalanya gundul memakai kucir, matanya juling, mulutnya kecil, hidungnya besar dan bulat seperti bola pingpong, tangannya bengkok (ceko), kakinya pincang karena penyakit “bubulen” [keterangan dik Rudy Wiratama : “bubulen” = semacam ” frambusia “], aura wajahnya gelap, berkalung gobog (koin dari negara Cina), sarungnya slobok ( yaitu bercorak kotak-kotak dengan garis-garis diagonal dari sudut-sudutnya, sebagian garis pada sarung berwarna putih, sebagian berwarna hitam), mempunyai senjata sabit (clurit, beberapa orang / pakar menyebutnya kudi). Nalagareng mempunyai alias Cekruktruna.

Pacandran warnane Petruk :

Petruk iku anake Semar kang anom, iya kang aran Kanthongbolong, dedege gedhe duwur, pawakan lurus, sirahe gundhul nganggo kucir, matane keder, irung dawa patrape anjengat, sikil gejig, pasemon dlongeh-dlongeh (lambening wong ngguyu kang tanpa swara), jarik slobog, pada karo jarike Nalagareng, kalunge genta, gegamaning petel.


Mas Mawan Sugiyanto menerjemahkan :

Petruk adalah putra Semar yang lebih muda. Petruk mempunyai alias Kanthongbolong (Kantong Berlubang). Perawakannya tinggi besar dan lurus. Kepalanya gundul memakai kucir, matanya agak juling (keder). Hidungnya panjang mendongak ke atas. Kakinya pincang, tindak tanduk dan auranya suka tertawa tanpa suara, sarungnya slobog, sama seperti Gareng. Berkalung Genta dan menggunakan senjata Kapak.

Selanjutnya penulis R. Tanojo menguraikan arti dari masing-masing simbol yang ada di wewujudan tadi, silakan unduh di :

http://www.4shared.com/file/178660044/c0ace48d/Candra_SemarGarengPetruk.html

Selamat membaca dan mengamati wewujudan tokoh punakawan di e-wayang .

NB :
Mas Mawan, Anda bisa menghubungi mas Harmiel M Soekardjo (ada akun FB nya) yang mempunyai ‘ image ‘ / photo wayang kulit punakawan ketika mereka :
1. Menjadi raja ( di beberapa lakon carangan )
2. Menjadi wanita ( di beberapa lakon carangan juga ).
Kalau wewujudan tersebuti di digital kan, seru juga.
Salam.

Buku Wayang : Sadjarah Pandawa dan Korawa oleh R. Tanojo.

Ada sebuah buku yang menarik, berisi ceritera ringkas dalam bahasa Jawa Ngoko tentang sejarah Pandawa dan Kurawa tulisan R. Tanojo berdasarkan kidung / tembang Jawa yang ditulis C. F. Winter Sr dan dilanjutkan (setelah C.F. Winter wafat) oleh R. Ng. Ranggawarsita. Buku ini cocok untuk seseorang yang ingin mengetahui cerita Mahabarata secara ringkas , namun bagi yang mengerti bahasa Jawa Ngoko.

Judul lengkap buku tersebut adalah :

Kang andjarwakake lan ngiket Kidung basa Mardawa : Djurubasa ing Surakarta C. F. Winter Sr. , bareng seda nuli sinambungan R. Ng. Ranggawarsita Pudjangga ing Surakarta , Kang amangun Gantjaran basa Djawa Ngoko R. Tanojo , Kang amarna rerenggan gambar-gambar wajang R. M. Sulardi ; Sadjarah Pandawa lan Korawa ; Surabaja ; Penerbit Trimurti ; tanpa ciri tahun [dari type bukunya, diperkirakan terbitan era 1960 an] ; 60 halaman ditambah tambahan tentang Patjandran Semar Gareng Petruk sampai dengan halaman 87 ; bahasa Jawa Ngoko ; gambar wayang.

File PDF bisa ditemui dan diunduh di internet :

http://www.4shared.com/document/8zXqh0z_/Sadjarah_PndwKrw_Tanaja.html

dan tambahannya tentang Patjandran Semar Gareng Petruk
http://www.4shared.com/file/178660044/c0ace48d/Candra_SemarGarengPetruk.html

Kamus Bahasa Jawa.

Bagi penggemar serius wayang Jawa, mau tak mau harus mempelajari susastra Jawa atau paling tidak bahasa Jawa dengan lebih seksama, karena pakeliran wayang kulit purwa Jawa memakai bahasa Jawa krama atau bahkan kata-kata yang sudah jarang dipakai di pergaulan bahasa Jawa sekarang.

Berikut ini beberapa info tentang Kamus Bahasa Jawa.

 

A.
Pembaca bisa ‘ melongok ‘ di Google Books, disana penerbit Kanisius – Yogyakarta mengijinkan Google memuat sebagian halaman buku Kamus Basa Jawa terbitan Kanisius untuk bisa di baca / di ‘ cicipi ‘ pembaca.

Judul buku : Kamus Basa Jawa (Bausastra Jawa).

Tim Penyusun : Balai Bahasa Yogyakarta

Penerbit : Kanisius – Yogyakarta ; http://www.kanisiusmedia.com/
Jl. Cempaka 9, Deresan, Yogyakarta 55281
Kotakpos 1125/Yk, Yogyakarta 55011
Tel (0274) 588783, 565996 ; Fax (0274) 563349
Website : http://www.kanisiusmedia.com
Email : office@kanisiusmedia.com

Pratinjau terbatas di Google Books :
http://books.google.co.id/books?id=l55NzTsukywC&printsec=frontcover&dq=kamus+basa+jawa&lr=&cd=1#v=onepage&q=&f=false

 

B.
Kamus Bahasa Jawa yang tersimpan di Perpustakaan Rumah Budaya Tembi, Jl. Parangtritis, Yogyakarta yang kami kutip lengkap dari laman http://www.tembi.org .

KAMUS-KAMUS BAHASA JAWA

Bahasa Jawa termasuk salah satu bahasa daerah di Indonesia yang sampai sekarang masih hidup dan terus digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakatnya. Seperti bahasa-bahasa daerah lainnya, bahasa Jawa juga mempunyai sejarah perkembangan bahasa yang sangat panjang. Sebelum kita mengenal bentuk bahasa Jawa yang terkini, masyarakat Jawa telah menggunakan bentuk bahasa Jawa Kuno yang diyakini berkembang pada abad 9 Masehi. Pernyataan tersebut diperkuat dengan ditemukannya prasasti dan naskah-naskah kuno berbahasa Jawa Kuno.

Biarpun sebelum abad tersebut masyarakat Jawa sudah berkomunikasi dengan bahasa, namun yang dipakai diperkirakan bukan bahasa Jawa Kuno melainkan bahasa Sanskerta berasal dari India. Selain bahasa Jawa Kuno, bahasa yang berkembang di masyarakat Jawa tempo dulu adalah bahasa Jawa Pertengahan dan bahasa Jawa Klasik. Bahasa Jawa Pertengahan diperkirakan mulai berkembang pada masa pemerintahan kerajaan Majapahit, antara lain dengan ditemukannya naskah kidung yang berbahasa Jawa Pertengahan. Bahasa Jawa Klasik banyak digunakan semenjak masa kerajaan Surakarta.

Tradisi tulis pada masyarakat Jawa memang telah lama terjadi, paling tidak sudah lebih dari seribu tahun yang lalu. Tradisi tulis terus mengalami regenerasi dari abad ke abad. Kegiatan menyalin naskah berbahasa Jawa terjadi di mana-mana di wilayah masyarakat Jawa dan diturunkan dari setiap generasi ke generasi, terutama di kerajaan-kerajaan Jawa. Banyaknya peninggalan naskah hingga saat ini membuktikan bahwa kegiatan penyalinan naskah di masa lampau sangat marak dilakukan. Naskah-naskah Jawa sekarang masih banyak dijumpai di berbagai tempat, antara lain: Kraton Kasultanan Yogyakarta, Pura Pakualaman Yogyakarta, Kraton Kasunanan Surakarta, Pura Mangkunegaran Surakarta, Perpustakaan Radya Pustaka Surakarta, Kraton Kasepuhan Cirebon, perpustakaan-perpustakaan di perguruan tinggi di Jawa, museum-museum di Jawa, Belanda, dan Inggris, perseorangan yang sangat banyak sekali. Bahkan penyalinan naskah sampai sekarang masih dapat dijumpai di pulau Bali.

Ketika pulau Jawa mulai dijajah oleh Belanda, bahasa Jawa banyak menjadi penelitian para ahli bahasa atau linguis. Ahli bahasa dan sastra Belanda yang sangat berminat pada bahasa dan sastra Jawa antara lain: C.C. Berg, Zoetmulder, Th. Pigeaud, Krom, A. Teeuw, T. Roorda, Gericke, dan Brandes. Pada perkembangan selanjutnya, bahasa dan sastra Jawa juga banyak menjadi penelitian bangsa-bangsa lain, seperti dari Amerika, Australia, dan Inggris. Tidak ketinggalan pula, penerus-penerus pribumi banyak juga yang mengkaji bahasa dan sastra Jawa, mulai dari R.Ng. Ranggawarsita, Poerbatjaraka hingga Kuntara Wiryamartana. Mereka selain meneliti bahasa dan sastra Jawa juga banyak menciptakan karya-karya ilmiah berbentuk disertasi, buku, dan kamus.

Sumber: http://www.tembi.org

Fungsi Kamus sangat beragam, antara lain untuk penggunaan terjemahan, mengetahui makna sebuah kata, dan pemberian nama. Fungsi yang terakhir, pada dewasa ini banyak membantu masyarakat luas untuk mengetahui secara benar sebuah kata serta artinya. Pemberian nama dapat diterapkan untuk nama orang, nama gedung, nama istilah, atau nama semboyan. Tidak bisa diingkari, bahwa di sekitar lingkungan kita banyak sekali nama-nama orang, gedung, atau istilah yang mengambil dari bahasa Jawa, misalnya. Sebut saja nama orang, seperti Sabar, Eka, Jati, Guntur, atau lainnya; nama tempat, seperti Mandhala Kridha, Graha Sabha Pramana, Kridhasana (Kridosono), atau lainnya; nama istilah/semboyan, seperti Labda Prakarsa Nirwikara dan Vidyasana Viveka Vardhana (istilah AU), dan sebagainya mengambil kata-kata dari bahasa Jawa.

Kamus Jawa memuat perbendaharaan kosa kata Jawa. Lazimnya, kamus memuat kata dasar yang disertai dengan pembentukannya, begitu pula dengan kamus Jawa ini. Kata dasar disertai dengan makna, arti dan penjelasannya. Bahkan dimungkinkan pula disertai dengan pengucapan (pelafalan), contoh-contoh padanan kata, dan contoh dalam kata bentukan, kata majemuk, atau kalimat. Yang jelas, di dalam kamus, penulisan kata adalah standard dan sesuai dengan bahasa asli.

Kamus Jawa jumlahnya sangat banyak dan begitu beragam. Kamus-kamus ini dibuat oleh para ahli bahasa baik dalam dan luar negeri. Kamus yang dibuat meliputi kamus Jawa Kuno hingga Jawa Baru. Ada yang dwibahasa, misalnya Jawa-Indonesia, Jawa-Inggris, atau Jawa-Belanda, dan ada yang satu bahasa, misalnya Jawa-Jawa. Sementara itu juga ada kamus Jawa yang berbicara mengenai unggah-ungguh. Ada beberapa kamus Jawa yang menjadi koleksi perpustakaan TeMBI, seperti yang akan penulis uraikan di bawah ini.

Pertama adalah kamus Baoesastra Jawa karangan W.J.S. Poerwadarminta. Kamus ini diterbitkan pada tahun 1939 oleh penerbit J.B. Wolters’ Uitgevers-Maatschappij NV di kota Batavia (Jakarta, red). Kamus ini termasuk satu bahasa, yakni Jawa-Jawa, tebal 670 halaman, dimulai dari abjad a-z.

Kedua, Kamus Kawi-Jawa karangan C.F Winter Sr. dan R.Ng. Ranggawarsita dialih aksarakan oleh Asia Padmopuspito dan A. Sarman Am. Kamus diterbitkan tahun 1994 (cetakan kelima) oleh penerbit Gadjah Mada University Press di kota Yogyakarta. Kamus ini aslinya bertuliskan huruf Jawa, namun sudah dilatinkan dan termasuk dwibahasa, yakni Jawa Kuno-Jawa, tebal 311 halaman. Dimulai dari huruf atau aksara ha-nga.

Ketiga, kamus Baoesastra Jawa-Indonesia karangan S. Prawiroatmodjo. Kamus diterbitkan tahun 1993 (cetakan keenam) oleh penerbit Haji Masagung di kota Jakarta. Kamus terdiri dari dua buku, buku satu 495 halaman, buku dua 335 halaman. Dimulai dari abjad a-z. Kamus termasuk dwibahasa, yakni Jawa-Indonesia.

Keempat, Kamus Jawa Kuna-Indonesia karangan P.J. Zoetmulder diterjemahkan oleh Darusuprapta dan Sumarti Suprayitna. Kamus diterbitkan tahun 1995 oleh penerbit Gramedia di kota Jakarta. Kamus terdiri dari dua buku, buku satu 722 halaman, mulai a-o, buku dua 1496 halaman, mulai p-y. Kamus ini aslinya berbahasa Jawa Kuna-Inggris, berati termasuk kamus dwibahasa.

Kelima, kamus Old Javanese-English Dictionary karangan P.J. Zoetmulder. Kamus diterbitkan tahun 1982 oleh penerbit ‘s-Gravenhage-Martinus Nijhoff. Juga terdiri dari dua buku, buku satu 1220 halaman, mulai a-o, buku dua 2368 halaman, mulai p-y. Termasuk kamus dwibahasa.

Keenam, kamus Javaansch-Nederlandsch Handwoordenboek karangan J.F.C. Gericke dan T. Roorda. Kamus diterbitkan tahun 1901 oleh penerbit Boekhandel en Drukkerij Leiden dan Johannes Muller Amsterdam. Kamus terdiri dari dua buku, buku satu 905 halaman, mulai ha-sa, buku dua 872 halaman, mulai wa-nga. Kamus berhuruf Jawa-Latin dan termasuk dwibahasa.

Ketujuh, kamus Bausastra Indonesia-Djawa karangan Unggar. Kamus diterbitkan pada tahun yang tidak diketahui oleh penerbit Lauw di kota Solo. Dimulai dari abjad a-z, terdiri dari 383 halaman. Kamus berhuruf Latin ini termasuk kamus dwibahasa, berbentuk kamus saku karena ukurannya kecil.

Kedelapan, Baoesastra Mlajoe-Djawa karangan Sasrasoeganda. Kamus diterbitkan pada tahun 1914 (cetakan kedua) oleh penerbit Bale Poestaka di kota Batavia (Jakarta, red). Kamus terdiri dari 564 halaman, dimulai dari abjad a-z.

Terakhir, kamus kesembilan adalah Kamus Unggah-Ungguh Basa Jawa karangan Haryana Harjawiyana dan Th. Supriya. Kamus diterbitkan pada tahun 2001 oleh penerbit Kanisius di kota Yogyakarta. Penerbitan kamus ini dalam rangka menyongsong Kongres Bahasa Jawa III di Yogyakarta tanggal 15-21 Juli 2001 yang lalu. Kamus setebal 485 halaman ini termasuk kamus istimewa, sebab menjelaskan setiap kata ngoko bahasa Jawa yang disertai dengan kata krama dan krama inggil. Di samping itu juga ada tambahan contoh-contoh kalimat penerapan bahasa Jawa ngoko, krama, krama inggil, dan terjemahan bahasa Indonesia. Kata ngoko yang dijelaskan selain dalam kata dasarnya, juga kata bentukan. Misalnya kata dasar ngoko turu ‘tidur’ dijelaskan bentuk krama (tilem) dan krama inggil (sare). Kata bentukan dari turu misalnya dakturokne ‘saya tidurkan’, diturokake ‘ditidurkan’, dituroni ‘ditiduri’, nurokake ‘menidurkan’, nuroni ‘meniduri’, dan sebagainya.


Sumber : http://www.tembi.org

Demikian beberapa kamus bahasa Jawa di perpustakaan TeMBI. Pada edisi selanjutnya nanti akan diuraikan jenis kamus lain. Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Naskah : Suwandi Suryakusuma
Foto : Didit PD.

[ pemutakhiran 18 Peb 2012 ]

 

Materi pengayaan terkait posting ini :

1.

Buku “Kamus Basa Jawa. (Bausastra Jawa)” edisi kedua 2011 susunan Tim Balai Bahasa Yogyakarta :
http://wayangpustaka02.wordpress.com/2012/02/02/kamus-basa-jawa-susunan-tim-balai-bahasa-yogyakarta-edisi-kedua-2011/

2.

Buku “Pepak Basa Jawa” oleh Soewardi Haryono :
https://wayangpustaka.wordpress.com/2010/01/30/509/

3.

Ebook “Kamus Kawi Djarwa” karangan WJS Poerwadarminta terbitan 1940-an.

Sangat bermanfaat bagi pecinta wayang karena banyak kata Kawi yang banyak dipakai di pedalangan diberi arti dalam kamus ini.

http://wayangpustaka02.wordpress.com/2011/08/14/ebook-kamus-kawi-djarwa-oleh-wjs-poerwadarminta-19411945/

 


Blog Stats

  • 802,006 hits

Categories

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 64 other followers

Halaman dilihat :