Pustaka Wayang

Digitalisasi Buku Wayang Purwa – tulisan Budi Adi Soewirjo, 18 Juni 2009.

Posted on: June 22, 2010

buku wayang format digital, ebook wayang .

Digitalisasi Buku Wayang Purwa.
(diunggah pertama 18 Jun 2009 : Budi Adi Soewirjo)
http://www.facebook.com/pages/Wayang-Purwa-Buku/82972305747?v=app_2347471856&ref=ts#!/note.php?note_id=90589034020

Digitalisasi Buku Wayang Purwa.
(Tujuannya bukan untuk membajak atau menggandakan komersial. Jangan salah.)

Di seluruh dunia saat ini tendensi nya perpustakaan mulai berpindah ke bentuk perpustakaan digital. Berangsur angsur media penyimpanan data berupa cetakan di atas kertas di rubah bentuk penyimpanannya menjadi bentuk digital disimpan dalam media rekam elektronik. Meskipun memerlukan teknologi yang lebih maju, tetapi banyak keuntungan lain yang didapat : media penyimpanannya yang makin ringkas, penyimpanannya makin tahan lama, pembaca dapat membaca dari mana saja asal ada jaringan komputer tersambung ke perpustakaan digital, pada saat yang bersamaan bisa banyak orang membaca secara bersamaan.

Karena teknologi tersebut, banyak perpustakaan digital yang membentuk jaringan antar mereka. Antar perpustakaan universitas senegara, regional, dan nantinya pasti perpustakaan sedunia saling terhubung. Seorang pengunjung perpustakaan tidak perlu beranjak dari tempat duduknya untuk memasuki perpustakaan digital lainnya asal perpustakaan itu sudah terhubung ke jaringan perpustakaan. Dari satu perpustakaan bisa langsung pindah ke perpustakaan lain, bahkan bisa sistem pencarian suatu topik langsung di jelajahkan ke semua anggauta jaringan perpustakaan.

Jenis layanan pun bertambah, yang pasti nantinya seseorang bisa membaca buku tanpa harus datang ke perpustakaan. Langsung baca di layar monitor komputernya, meskipun arsip digitalnya ada di perpustakaan digital. Jika masalah hak cipta atas penggandaan karya / buku mengijinkan, seseorang yang memerlukan suatu buku bisa dengan mudah mengunduh ( atau membeli on demand (?) ) dari perpustakaan digital yang menyimpan karya / buku.

Di luar negeri kita mengenal Google Book yang bekerja sama dengan beberapa universitas Amerika Serikat. Ada http://openlibrary.org/ . Ada http://www.gutenberg.org/ .

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ( http://digilib.pnri.go.id/ ) juga sedang “ membangun “ Perpustakaan Digital Nasional Republik Indonesia. Salut dan terima kasih. Perpustakaan lain di Indonesia juga sudah mulai digital dan mulai membentuk jaringan. Ada jaringan perpustakaan delapan universitas negeri terkemuka. ( Masuk ke situ perpustakaan UGM http://www.lib.ugm.ac.id/ , kemudian klik LibNet , Anda akan diantar masuk ke jaringan perpustakaan. ) Ada jaringan enam perpustakaan swasta http://www.pustakabersama.net/ . Salut dan terima kasih. Meskipun belum sepenuhnya digital, tapi paling tidak sudah ada OPAC (Online Public Access Catalog).

Jadi secara perangkat keras dan perangkat lunak, berangsur angsur Indonesia juga akan menuju ke arah perpustakaan digital (digital library) dan perpustakaan terbuka (open library).

Pembicaraan saya persempit menjadi seputar buku wayang purwa saja.

Setelah sistem perpustakaan siap untuk perpustakaan digital dan perpustakaan terbuka, masalahnya sekarang adalah buku wayang purwa digital APA (dan buku wayang purwa digital SIAPA) yang akan menjadi isi nya. Apakah saat ini perpustakaan perpustakaan yang ada sudah mempunyai koleksi buku wayang purwa yang cukup (selain perpustakaan institut seni) ?
Buku wayang purwa terbitan sebelum Indonesia merdeka ? ( Kalau yang ini saya malah lebih tidak kawatir karena sistem pengadaan dan penyimpanan buku wayang saat itu lebih memadai. Asal setelah kemerdekaan koleksi itu tetap terjaga. )
Buku wayang purwa yang terbit setelah kemerdekaan sampai dengan era awal tahun 1970 ?

Cobalah telusuri dengan sistem OPAC koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan jaringan perpustakaan yang sudah saya sebut di atas.
Search dengan kata kunci : “wayang” , “wayang kulit” , “wayang purwa” , “dalang” , “mahabarata” , “ramayana” , “baratayuda” . Berapa banyak judul buku wayang purwa yang Anda temui ? Berapa banyak judul buku wayang purwa yang terbitan sesudah Indonesia merdeka ?

Saya pakai tolok perbandingan : judul-judul buku wayang yang tercatat dalam buku saya “ Kepustakaan Wayang Purwa (Jawa). Penelusuran buku terbitan Indonesia 1948 ~ 1995 “ diterbitkan Yayasan Pustaka Nusatama – Senawangi – KITLV 1997. Kesimpulannya : jumlah judul buku wayang purwa yang tersimpan di perpustakaan-perpustakaan saat ini sangat sedikit.

Mudah-mudahan kekawatiran saya salah, mudah-mudahan sebetulnya belum semua koleksi buku wayang purwa sudah di OPAC kan, mudah-mudahan sebetulnya masih banyak judul yang belum muncul di OPAC. Mudah-mudahan.

Apakah generasi muda nantinya mengetahui wayang purwa hanya dari budaya tutur saja ? Hanya dari mendengarkan cassete wayang purwa dan video wayang purwa saja ? Apakah mereka tidak punya kesempatan untuk MEMBACA tulisan-tulisan generasi pendahulunya tentang wayang purwa ?

Apa yang harus dilakukan agar kita (bangsa Indonesia yang berada di Indonesia) bisa ikut berperan memperkaya khasanah buku digital wayang purwa di perpustakaan digital ?
{ Landasan : pengetahuan yang bisa ditularkan untuk diketahui / dimanfaatkan oleh masyarakat luas akan lebih bermanfaat dari pada pengetahuan ( dalam hal ini : koleksi buku / bahan tertulis ) yang hanya kita ketahui sendiri }.

 

• Pemerintah Republik Indonesia.

( Saya tulis kembali tulisan saya sebelumnya )
Pemerintah Republik Indonesia dimohon – dalam hal ini Departemen yang membawahi “ Pendidikan “ atau “ Kebudayaan “ – untuk mem-public domain-kan / me-milik umum-kan buku-buku wayang yang pernah diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI dan proyek-proyek di departemen tersebut ( lihat http://www.facebook.com/note.php?note_id=79393664020 ). Demikian juga buku-buku wayang lama terbitan Balai Pustaka karena Balai Pustaka adalah BUMN di bawah Departemen Pendidikan. Banyak manfaat untuk masyarakat Indonesia namun Pemerintah RI tidak perlu keluar uang banyak untuk itu ( kasarannya hanya biaya men-digital-kan / menjadikan format PDF buku-buku wayang purwa tersebut ).

File PDF bisa kita tumpangkan ke Google Buku, gratis menurut Google. ( Kalau gengsi numpang ke Google Buku, ya tampung di server Direktorat Jenderal Kebudayaan ( barangkali? ) atau server Perpustakaan Digital Nasional. Atau dua-duanya – Indonesia dan Google Book – satu sebagai back up / mirror. ). Pilihan penyajian kepada umum :
• Tidak seluruh halaman bisa dilihat / “Pratinjau Terbatas”, tidak bisa diunduh.
• “Tampilan penuh”, tidak bisa diunduh.
• “Tampilan penuh”, dan bisa diunduh.

 

• Perpustakaan Universitas Negeri maupun Swasta di Indonesia.

Memohon kepada perpustakaan Universitas Negeri ( terutama perpustakaan Institut Seni ), agar bersedia secepatnya melakukan digitalisasi / scanning / memindai koleksi buku-buku wayang purwa mereka ( dengan prioritas buku terbitan lama ) sebelum terlanjur rusak atau hilang. File PDF disimpan di server perpustakaan masing-masing dengan pilihan penyajian kepada umum :
• Tidak seluruh halaman bisa dilihat / “Pratinjau Terbatas”, tidak bisa diunduh.
• “Tampilan penuh”, tidak bisa diunduh.
• “Tampilan penuh”, dan bisa diunduh.

 

• Perseorangan di Indonesia atau di Luar Negeri.

Ini potensi yang harus digalang untuk bersama-sama diwujudkan. Mengapa kita masing-masing tidak men-digital-kan / men-scan / memindai buku wayang purwa koleksi kita pribadi ? Untuk kemudian kita titipkan atau sumbangkan ke satu jaringan perpustakaan digital nasional agar buku tersebut bisa dibaca oleh siapapun dimanapun ? Apakah ide ini melanggar hukum nasional kita ? Barangkali hanya untuk buku yang sudah berumur sekian tahun ? Teknologi sudah memungkinkan membuat pembaca hanya bisa membaca saja , tetapi tidak diijinkan mengunduh / menggandakan ?

Perumpamaan : Perpustakaan tidak bisa mengadakan backup buku karena buku itu sudah tidak terbit lagi. Perpustakaan kawatir kalau koleksi bukunya hilang (dan sudah tidak mungkin mengadakannya lagi). Sehingga perpustakaan membuat microfilm nya.
Perpustakaan menerima microfilm dari luar perpustakaan untuk memperluas koleksi nya ( bukan dijual / dikomersialkan ).
Apakah ini melanggar hukum nasional kita ?

Pendapat / pertanyaan masih panjang.

Bersamaan dengan itu : Karena ada Facebook, bulan lalu saya berjumpa kembali (copy darat) dengan teman sekolah yang sudah 30 tahun tak bertemu. Sama-sama penggemar wayang dan pengumpul bahan tercetak tentang wayang , teman saya pernah juga mengawal satu home page wayang di host geocities. Apa yang saya pikirkan tersebut di atas saya diskusikan dengan dia. Di akhir diskusi kami berdua sepakat untuk memulai men-digital-kan / memindai koleksi kami masing-masing , file digital disimpan masing-masing, sambil mengajak teman yang lebih luas. Sambil mencari jawaban atas pertanyaan tentang teknologi, hukum dan rincian pelaksanaannya. Suatu saat jika masalah teknologi dan hukum memungkinkan, kami berdua sudah siap ber-partisipasi dengan “setetes air” untuk masyarakat pewayangan purwa Jawa.

Anda pun juga bisa melakukan hal yang sama. Kumpulan “setetes air” bisa membentuk “samudera”. Buku / bahan tertulis apa ? Apa ini penting ? Apa ini perlu ? Menurut saya (maaf), perpustakaan adalah gudangnya apa yang pernah ditulis manusia. Tempat kita bisa membaca apapun yang pernah digagas, di-cita-cita-kan, ditulis, diciptakan, dikerjakan manusia. Apapun.

Anda setuju ber-partisipasi ? Kita perlu ber-komunikasi agar apa yang kita kerjakan bersama lebih terarah, lebih banyak masukan, lebih banyak koreksi, lebih optimum (tidak saling duplikasi). Silakan layangkan email ke saya di basoewirjo@gmail.com .

Kritik, saran, pendapat, dukungan disilakan. Terima kasih sebelumnya.

Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya ini.
Semoga Anda semua selalu dalam lindungan dan mendapat berkah Allah. Amin.
Salam hormat saya,
Budi Adi Soewirjo

(akhir tulisan 18 Jun 2009)

2 Responses to "Digitalisasi Buku Wayang Purwa – tulisan Budi Adi Soewirjo, 18 Juni 2009."

Matur sembah nuwun. Saya sangat mendukung tapi nuwun sewu saya masih gatek.
Saya nyuwun pirso/saran gimana agar tulisan/nakah saya tentang cerita wayang bisa dibaca para penggemar wayang.?
Mtur nuwun.

[…] Mei 2009 , saya mulai kegiatan konservasi kepustakaan lawas tentang wayang , dikonservasi menjadi bentuk digital format PDF , dan ditempatkan di server file sharing agar bisa […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 589,465 hits

Categories

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 60 other followers

Halaman dilihat :

%d bloggers like this: