Pustaka Wayang

Archive for the ‘PN Balai Pustaka’ Category

’ebook’ wayang, cerita wayang, Mintaraga, Prijohoetomo, Balai Pustaka, 1937, 1953

[ diunggah pertama 27 Peb 2010 : Budi Adi Soewirjo di FB Wayang Purwa Buku ]

Data buku :

(ingkang anggantjaraken) Dr. M. Prijohoetomo ; Mintaraga Gantjaran ; Jakarta ; Balai Pustaka ; 1953 = cetakan ke dua ; 84 halaman ; bahasa Jawa ; gambar wayang purwa.

‘Ebook’ buku ini bisa diunduh di alamat URL :

http://www.4shared.com/document/1IoustzX/mintaraga_gantjaran_prijohoeto.html

Pindaian resolusi tinggi dari gambar-gambar wayang purwa yang ada di buku ini bisa diunduh di alamat URL : http://www.facebook.com/note.php?note_id=328633454020

[ akhir unggah 27 Peb 2010 ]

gambar wayang purwa HQ, Kasidi, D Tjarito, R Soelardi, Bratajoeda, R Ng Kartapradja, Bale Poestaka, 1937.

Gambar wayang purwa ( karya Kasidi, D Tjarito, R Soelardi )

di buku Bratajoeda – R Ng Kartapradja terbitan 1937

dengan format jpg ber resolusi tinggi.

[ unggah pertama : Budi Adi Soewirjo ]

[ pemutakhiran 03 Mar 2010 : Budi Adi Soewirjo ]

1. Kresna karya D. Tjarito (857 KB)

http://www.4shared.com/file/233181577/d10aab66/kresna_crop.html

2. Kresna naik kereta (Kresna Duta) karya R Soelardi (3.280 KB)

http://www.4shared.com/file/233184060/67603d5d/kresna_duta_crop.html

3. Banowati karya Kasidi (657 KB)

http://www.4shared.com/file/233185375/b4eb21af/banowati_crop.html

4. Sangkuni karya R. Soelardi (1.090 KB)

http://www.4shared.com/file/233187733/94e421c9/sangkuni_crop.html

 

[ akhir pemutakhiran 03 Mar 2010 ]

[ pemutakhiran 04 Mar 2010 ]

5. Kresna Tiwikrama (Brahala) karya D Tjarito (2.260 KB)

http://www.4shared.com/file/233435767/63ea79bc/brahala_crop.html

6. Drupada karya Kasidi (871 KB)

http://www.4shared.com/file/233436690/69613509/drupada_crop.html

7. Bisma karya D. Tjarito (1.310 KB)

http://www.4shared.com/file/233438357/bda45a7e/bisma_crop.html

8. Seta karya ? (980 KB)

http://www.4shared.com/file/233440256/bcf5f420/seta_crop.html

9. Setyaki karya D. Tjarito (980 KB)

http://www.4shared.com/file/233441601/e0535a7f/setyaki_crop.html

10. Irawan karya ? (814 KB)

http://www.4shared.com/file/233442801/f878d89b/irawan_crop.html

[ akhir pemutakhiran 04 Mar 2010 ]

[ pemutakhiran 05 Mar 2010 ]

11. Srikandi karya D. Tjarito (655 KB)

http://www.4shared.com/file/234512186/670f9ee4/srikandi_crop.html

12. Gardapati katya D. Tjarito (1.250 KB)

http://www.4shared.com/file/234514429/2efff6c8/gardapati_crop.html

13. Lesmanakumara karya Kasidi (1.010 KB)

http://www.4shared.com/file/234514951/67bd7b6e/lesmanakumara_crop.html

14. Citraksi karya D. Tjarito (980 KB)

http://www.4shared.com/file/234515629/95c745c3/citraksi_crop.html

15. Abimanyu karya D. Tjarito (875 KB)

http://www.4shared.com/file/234515944/b670d9c5/abimanyu_crop.html

16. Sumbadra karya D. Tjarito (522 KB)

http://www.4shared.com/file/234517650/953a32b/sumbadra_crop.html

17. Dananjaya karya Kasidi (713 KB)

http://www.4shared.com/file/234518539/7cf01206/dananjaya_crop.html

18. Burisrawa karya D. Tjarito (1.490 KB)

http://www.4shared.com/file/234520135/f05ba4ce/burisrawa_crop.html

19. Sindurja karya Kasidi (1.290 KB)

http://www.4shared.com/file/234522101/7612fb9f/sindurja_crop.html

20. Gatutkaca karya D. Tjarito

http://www.4shared.com/file/234523455/b27f6e4d/gatutkaca_crop.html

[akhir pemutakhiran 05 Mar 2010 ]

[ awal pemutakhiran 06 Mar 2010 ]

21. Druna karya R. Soelardi (1.170 KB)

http://www.4shared.com/file/235286442/f31c1930/durna_crop.html

22. Dursasana karya D. Tjarito (1.480 KB)

http://www.4shared.com/file/235295004/56cf5783/dursasana_crop.html

23. Drupadi karya D. Tjarito (573 KB)

http://www.4shared.com/file/235296161/6388c153/drupadi_crop.html

24. Nakula karya D. Tjarito (879 KB)

http://www.4shared.com/file/235297104/fd04f53f/nakula_crop.html

 

25. Yudistira karya D. Tjarito (640 KB)

http://www.4shared.com/file/235298816/5da38e8b/yudistira_crop.html

26. Baladewa karya Kasidi (1.340 KB)

http://www.4shared.com/file/235303356/24d792bb/baladewa_crop.html

 

27. Suyudana karya R. Soelardi (1.350 KB)

http://www.4shared.com/file/235305580/59fc6aad/suyudana_crop.html

28. Wrekodara karya ? (1.240 KB)

http://www.4shared.com/file/235310220/ace24d20/wrekodara_crop.html

29. Aswatama karya Kasidi (831 KB)

http://www.4shared.com/file/235310975/adaaa20b/aswatama_crop.html

30. Abiyasa karya Kasidi (1.420 KB)

http://www.4shared.com/file/235312037/8210f527/abiyasa__bagawan__crop.html

31. Kartamarma karya D. Tjarito (1.130 KB)

http://www.4shared.com/file/235313995/219c206b/kartamarma_crop.html

[ akhir pemutakhiran 06 Mar 2010 ]

Yang bertanda ? = tidak memiliki tulisan nama penggambar .

Buku Wayang ” Printjening Gambar Ringgit Wacucal ” (1933, 1953) karya RM Soelardi

diunggah pertama di :

http://www.facebook.com/note.php?note_id=319084064020

Sebuah buku yang menampilkan detail-detail gambar wayang purwa. Buku langka yang dipersiapkan oleh salah seorang “ penggambar “ wayang purwa legendaris ( selain Kasidi, Darmotjarito, Soehatmanto ). Sangat menarik untuk mengetahui gambar wayang purwa jaman 1920 ~ 1950 akhir.

Sayang penerbit Balai Pustaka tidak pernah menerbitkan lagi. Dari penelusuran Wayang Purwa Buku mencatat terbitan terakhir adalah tahun 1953.

Gambar-gambar dalam buku ini banyak “ mengilhami “ penggambar lain di buku-buku nya yang terbit pada tahun-tahun setelah itu.

RM Soelardi ; ” Printjening Gambar Ringgit Wacucal “ ; Jakarta ; Balai Pustaka – Kementerian P dan K ; 1953 ; 38 halaman ; bahasa Jawa ; gambar wayang.

 

‘Ebook’ nya bisa diunduh di alamat URL :

http://www.4shared.com/file/227058444/14cdbf3b/printjening_gambar_wayang_NEW.html

’ebook’ wayang, cerita wayang, Bratayuda, R Ng Kartapradja, Bale Poestaka, 1937

Data buku :

R Ng Kartapradja ; Bratajoeda ; Batavia C ; Bale Poestaka ; 1937 ; halaman ; huruf Latin; bahasa Jawa; gambar wayang purwa.

 ‘Ebook’ bisa diunduh di alamat URL :

http://www.4shared.com/file/233173608/24ebc133/bratajoeda_kartapradja_1.html

dan

http://www.4shared.com/file/233177528/9bf98abf/bratajoeda_kartapradja_2.html

 

Gambar wayang purwa dari buku ini telah dipindai format jpg ber resolusi tinggi , di tempatkan di 4shared dan bisa diunduh di URL :

http://www.facebook.com/note.php?note_id=284259014020

 

’ebook’ wayang, cerita wayang, Ramayana, Kartapradja, 1937

Data buku :

R. Ng. Kartapradja ; ” Rama “ ; Batavia C ; Bale Poestaka ; 1937 ; 80 halaman; aksara Latin ; Bahasa Jawa ; gambar wayang.

 

‘Ebook’ bisa diunduh di URL :

http://www.4shared.com/file/216460712/b3e24c6c/rama_1_kartapradja.html

http://www.4shared.com/file/216462524/d821a67f/rama_2_kartapradja.html

Pindaian gambar grafis wayang dari buku ini dengan jumlah byte file pdf besar secara bertahap akan di file shared kan. Alamat URL nya bisa ditemui di :

http://www.facebook.com/note.php?note_id=284256094020

’ebook’ wayang, cerita wayang, Arjuna Sasrabahu, Kartapradja, 1937

Data buku :

R. Ng. Kartapradja ; Ardjoenasasra ; Batavia C ; Bale Poestaka ; 1937 ; 48 halaman ; aksara Latin ; bahasa Jawa ; gambar wayang .

‘Ebook’ nya bisa diunduh di URL :

http://www.4shared.com/file/216421554/70553996/ardjoenasasra_kartapradja.html

Pindaian gambar grafis wayang dari buku ini dengan jumlah byte file pdf besar secara bertahap akan di file shared kan. Alamat URL nya bisa ditemui di :

http://www.facebook.com/note.php?note_id=284252814020 .

Cerita wayang Arjuna Wiwaha dikenal sebagai karya Empu Kanwa, yang hidup pada zaman Raja Airlangga ( 1019 ~ 1042 ). Sebuah karya sastra berbentuk kakawin ( tembang / semacam pantun ). Sanusi Pane tertarik untuk menerjemahkannya kedalam bahasa Indonesia dengan tetap mempertahankan bentuknya sebagai tembang / pantun.

Terjemahan tersebut diterbitkan oleh Dinas Penerbitan Balai Pustaka, Jakarta. Cetakan pertama diperkirakan terbit sebelum tahun 1940-an. Di bawah ini gambaran tentang buku itu yang didapat dari cetakan ke 3 tahun 1960 berbahasa Indonesia ejaan lama.  Judul buku nya : “ Mpu Kanwa. Ardjuna Wiwaha. Disalin dari bahasa Jawa Kuno oleh Sanusi Pane “.

 

Sanusi Pane menerjemahkan dari naskah yang diterbitkan oleh Dr. R. Ng. Purbatjaraka dalam “ Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde van Nederlansch-Indie. Deel 82, 1926.

Di bagian depan, Sanusi Pane, menuliskan ringkasan cerita Arjuna Wiwaha. Disalin di sini tetap dengan ejaan lama :

Lakon Mintaraga.

(catatan : di Jawa lakon Arjuna Wiwaha disebut juga lakon Mintaraga)

Di Suralaja Sang Hijang Hendra berbitjara dengan puteranda Tjitragada, Tjitrasena dan Tjitrarata tentang antjaman Niwatakawatja, radja keradjaan raksasa Manimantaka.

Kepadanja sudah diberi bidadari Prabasini, akan tetapi ia belum senang, ia meminta Supraba.

Masuk Sang Hijang Narada membawa titah Sang Hijang Girinata kepada Sang Hijang Hendra untuk mentjobai Ardjuna jang bertapa di Hendrakila.

Sang Hijang Surapati menjuruh tudjuh orang bidadari : Supraba, Wilutama, Warsiki, Surendra, Gagarmajang, Tundjungbiru dan Lenglengmulat menggoda Ardjuna.

Kepada Tjitrasena diperintahkannja menahan serangan Niwatakawatja.

Ketudjuh bidadari itu sampai di Hendrakila dan bermatjam-matjam tjaranja menggoda Bagawan Tjipta Hening, jaitu Ardjuna sedang bertapa, akan tetapi tidak berhasil : begawan itu tetap imannja.

Mereka itu kembali ke Suralaja dan setelah Sang Hijang Hendra mendengar tjeritanja, batara itu sendiri pergi mentjoba Ardjuna dengan rupa pendeta.

Ia mengedjekkan Bagawan Tjipta Hening, karena bertapa pakai sendjata. Begwan itu menjawab, bahwa sendjata tidak mengalangi dia menunggalkan pikirannja.

Setelah itu pendita itu mengatakan, bahwa ia hendak mentjoba pengetahuan Bagawan Tjipta Hening dan ia bertanja dimana ketika itu Sang Hijang Hendra.

Ardjuna menjawab, bahwa Sang Hijang Hendra itu ialah resi itu sendiri.

Sang Hijang Hendra pun bertukar rupa kembali dan menasihatkan kepada Ardjuna meneruskan tapanja.

Niwatakawatja mendengar berita, bahwa Ardjuna sedang bertapa, hendak memperoleh kesaktian dan karena itu ia chawatir kemudian akan dikalahkan Ardjuna. Maka dititahkannja raksasa Mamangmurka membunuh begawan itu.

Mamangmurka berangkat dan setelah sampai di Hendrakila ia mulai merusakkan pertapaan Ardjuna.

Penakawan-penakawan Pendawa Semar, Petruk dan Gareng melihat itu lalu mengabarkannja kepada tuannja.

Ardjuna keluar dan menjumpah raksasa itu djadi babi hutan dan setelah itu dipanahnja, kena dan mati.

(Menurut anggapan lain, raksasa itu datang dalam bentuk babi).

Waktu hendak mencabut panahnja kembali, datang tiba-tiba seorang pemburu jang mengatakan, bahwa ialah jang menembakkan panah itu. Ardjuna menjangkalnja dan keduanja berkelahi.

Ardjuna melihat kesaktian lawannja dan tahulah ia, bahwa pemburu itu Sang Hijang Girinata. Ia sudjud menjembah dan Sang Hijang Girinata memperlihatkan rupanja jang sebenarnja, menganugerahkan panah Pasupati kepadanja.

Sang Hijang Girinata pulang ke Suralaja.

Dua orang bidadari Badjra dan Herawana datang mengundang Ardjuna menghadap Sang Hijang Hendra di Suralaja.

Setelah sampai dikajangan, Batara Hendra menghadiahkan istana Tedjamaja kepadanja dan memerintahkkannja membunuh Niwatakawatja.

Ardjuna berangkat bersam Supraba. Sesudah tiba di Manimantaka, Ardjuna bersembunji dalam subang bidadari itu. Niwatakawatja bersukatjita menjambut bidadari jang djelita itu. Supraba mengatakan kepadanja, bahwa ia suka djadi isterinja, asal ditjeritakannja rahasia kesaktiannja, tanda tjinta kepadanja.

Niwatakawatja, jang mabuk karena hawa nafsunja, membuka rahasianja : ia kebal seluruh tubuhnja, ketjuali dilangit-langit mulutnja.

Ardjuna lalu mendjelma dan menjerang radja raksasa itu. Perkelahian jang hebat terdjadi dan setelah beberapa lamanja berjuang itu, Ardjuna merobohkan dirinja seakan-akan mati.

Niwatakawatja tertawa sombong dan mengedjek-edjekkan lawannja. Ardjuna menungkup saat itu, lalu menembakkan panah Pasupati sekonjong-konjong, kena langit-langit mulut raksasa itu, sehingga ia mati.

Ardjuna dan Supraba kembali ke Suralaja menghadap Batara Hendra, jang bersukatjita sungguh, karena radja raksasa itu telah binasa.

Dihadiahkannja kepada pahlawan itu Supraba serta bidadari jang enam lagi dan diangkatnja pula djadi radja dengan gelar Kariti.

Demikianlah isi lakon Mintaraga dengan ringkas.

Bagaimana Ardjuna kembali kebumi, ke Ngamarta, ditjeritakan dalam lakon “ Parta Dewa “.

 

 

Kutipan dari Sarga IV :

(para bidadari menggoda Arjuna yang sedang bertapa)

  1.  

Banjak tjaranja hendak merusakkan tapa putera Pandu.

Matahari terbenam, diganti bulan.

Senang memandang rupa apsari.

Bertjaja terang, tetapi tiba-tiba bersembunji kedalam awan.

2.

Sebagai bidadari jang masuk gua, rindu kepada Sang Aria Parta.

Sebalik dari pada dapat menggoda, mereka mendam tjinta kasih.

Ada jang bernjanji menjatakan lara hatinja.

Seorang bersiul, mengetjapkan bibir, mendetak-detakkan djari kakinja.

…..

4.

Seorang mendekati Sang Aria.

Meraba-raba dan mentjubit-tjubit tangannja.

Berbagai-bagai mereka perbuat,

Menarik hati sang pertapa.

5.

Tapi Parta jang gagah perkasa tetap imannja.

Pantjaderianja tidak mengindahkan jang disukainja dulu.

Mendengar melihat djuga, tetapi tidak menjadi bimbang.

Tidak menodai kesutjiannja sebentar pun djua.

…..

Catatan tentang Bahasa Indonesia ejaan lama :

Chawatir = khawatir

Kesutjiannja = kesuciannya

Tji = ci

Nja = nya

Djari kakinja = jari kakinya

Menjanji = menyanyi

“Ebook” utuh Ardjuna Wiwaha terjemahan Sanusi Pane ini bisa di unduh di alamat :

http://www.4shared.com/file/142763701/22f3e765/Arjunawiwh_Sanusi_Pane_01_52.html

http://www.4shared.com/file/142764963/dee347c/Arjunawiwh_Sanusi_Pane_53_104.html


Blog Stats

  • 761,110 hits

Categories

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 64 other followers

Halaman dilihat :