Pustaka Wayang

Archive for the ‘Raden Ngabehi Karyarujita’ Category

Kelanjutan dari Serat Paramayoga Bagian I

Serat Paramayoga ini tidak menyajikan sebuah cerita atau kisah, tetapi menyajikan kumpulan nasihat atau petuah, sesuai dengan judulnya. Kata “parama” itu antara lain berarti terutama, terbaik, tertinggi, teristimewa dan sebagainya, pendek kata semua yang serba paling. Tetapi “parama” juga dapat berarti agung, kepala, pertama, dan sangat. “Yoga” berarti semadi, tepekur, merenung. Jadi “paramayoga” dapat berarti semedi tertinggi, tetapi dalam hubungan ini paramayoga diartikan renungan istimewa ataupun renungan utama, karena nasihat-nasihat di dalam buku ini memerlukan renungan yang dalam untuk dapat dimengerti apa yang tersirat didalamnya dan bukan yang tersurat.

Nasihat dan petuah-petuah di dalam buku ini di tulis kurang lebih seratus tahun yang lalu. Namun demikian sampai sekarang nasihat-nasihat itu masih dapat mengikuti zaman, ia tak lapuk dimakan waktu. (dicuplik dari Kata Pendahuluan)

Buku “Kumpulan Wulang-wulang” dlama Serat Paramayoga dan Serat Pustakaraja ini, yang ditugaskan mengumpulkan adalah Raden Ngabehi Karyarujita, yang kemudian dikenal sebagai Raden Mas Tumenggung Ranggawarsita Anem. Sedangkan alih bahasa oleh Moelyono Sastronaryatmo.

Buku iniadalah bagian kedua atau lanjutan dari bagian pertama sebelumnya :

Advertisements

Serat Paramayoga ini tidak menyajikan sebuah cerita atau kisah, tetapi menyajikan kumpulan nasihat atau petuah, sesuai dengan judulnya. Kata “parama” itu antara lain berarti terutama, terbaik, tertinggi, teristimewa dan sebagainya, pendek kata semua yang serba paling. Tetapi “parama” juga dapat berarti agung, kepala, pertama, dan sangat. “Yoga” berarti semadi, tepekur, merenung. Jadi “paramayoga” dapat berarti semedi tertinggi, tetapi dalam hubungan ini paramayoga diartikan renungan istimewa ataupun renungan utama, karena nasihat-nasihat di dalam buku ini memerlukan renungan yang dalam untuk dapat dimengerti apa yang tersirat didalamnya dan bukan yang tersurat.

Nasihat dan petuah-petuah di dalam buku ini di tulis kurang lebih seratus tahun yang lalu. Namun demikian sampai sekarang nasihat-nasihat itu masih dapat mengikuti zaman, ia tak lapuk dimakan waktu. (dicuplik dari Kata Pendahuluan)

Buku “Kumpulan Wulang-wulang” dlama Serat Paramayoga dan Serat Pustakaraja ini, yang ditugaskan mengumpulkan adalah Raden Ngabehi Karyarujita, yang kemudian dikenal sebagai Raden Mas Tumenggung Ranggawarsita Anem. Sedangkan alih bahasa oleh Moelyono Sastronaryatmo.

Buku ini dibagi dalam dua bagian dan kali ini akan di sharing Bagian yang pertama dulu.


Blog Stats

  • 664,805 hits

Categories

Top Clicks

    Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 61 other followers

    Halaman dilihat :

    Advertisements