Pustaka Wayang

Posts Tagged ‘buku cerita wayang

Gatotkaca Tanding oleh Ardian Kresna.

http://divapress-online.com/index.php/buku/detail/599

[ pertama diunggah di Facebook Wayang Purwa – Buku pada 02 Januari 2010 ]

Data buku :

Ardian Kresna ; “ Gatotkaca Tanding “. ( Sebuah Novel Epos Wayang Jawa. Menyulam Kebajikan Tradisi Sang Leluhur. ) ; Yogyakarta ; DIVA Press ; Nopember 2009 = cetakan 1 ; 244 halaman ; bahasa Indonesia .

.

 

Sinopsis :

Secepat kilat Gatotkaca melesat terbang ke angkasa. Para Kurawa terbengong melihat kehebatan baru yang kini dimiliki putra Pandawa itu. Mereka berduyun-duyun masuk ke dalam istana dengan langkah kaki tak segagah tadi. Banyak di antara mereka meringis kesakitan, mengaduh sambil memegangi bagian-bagian tubuh yang terkena pukulan dan tendangan Gatotkaca. Dursasana dan Patih Sengkuni memegangi tangannya masing-masing, yang lainnya berjalan terpincang-pincang…

Gatotkaca, setiap orang Jawa khususnya, atau mereka yang pernah bersinggungan dengan kebudayaan Jawa, pastilah mengenal sosok sakti mandraguna yang sungguh menakjubkan itu. Kenal, sayangnya, justru sangat sedikit yang mengerti benar silsilahnya, kehebatannya, apalagi kebajikan-kebajikan hidupnya, yang sesungguhnya sangat brilian untuk kita teladani sebagai prinsip-prinsip hidup di era facebook ini.

Ini adalah novel, tentu sangat menyenangkan untuk dibaca sekali duduk, namun di atas itu semua, buku ini menyebarkan pesona kebajikan hidup para leluhur yang kini kian luruh. Gatotkaca Tanding, sebuah novel epos pewayangan yang sangat langka, kaya ilham dan pesona. Sepaket dengan dua novel epos wayang lainnya, Pahlawan Pilihan Kreshna dan Arjuna Sang Pembunuh.

 

Info alamat dan data Penerbit  :  DIVA Press

Advertisements

Pahlawan Pilihan Kreshna oleh Ardian Kresna.
http://divapress-online.com/index.php/buku/detail/603

;

 

Data buku :

Ardian Kresna ; “ Pahlawan Pilihan Kreshna “. ( Sebuah Novel Epos Wayang Jawa. Menyulam Kebajikan Tradisi Sang Leluhur. )  ;  Yogyakarta  ;  DIVA Press  ;  Nopember 2009 = cetakan 1  ;  208 halaman  ;  ISBN 978-602-955-334-5 ;  bahasa Indonesia .

Sinopsis :

Malam itu juga, dengan perasaan lelah, kecewa, dan sedih, bala tentara Paranggelung membereskan barang-barangnya. Kereta jenazah agung Kerajaan Amarta pemberian Prabu Yudhistira segera disiapkan. Jenazah lalu dibalsam agar tidak rusak karena akan menempuh perjalanan selama berminggu-minggu.

Di pagi harinya, setelah upacara penghormatan terakhir kepada Raja Agung Parang-gelung yang telah mangkat dilakukan oleh keluarga Pandawa dan seluruh tentara Amarta, rombongan Paranggelung bergerak perlahan-lahan meninggalkan istana Amarta, dikawal oleh Raden Drestajumena sebagai wakil dari Kerajaan Amarta.

Haru, lara, dahsyat, arif, dan penuh dedikasi hidup! Itulah serpihan wisdom sang pahlawan agung. Sebagai sebuah novel, bacaan ini sungguh sangat mengalir, menghibur, dan nyaman diikuti dalam sekali duduk saja. Namun lihatlah, kekuatan utama buku ini terletak pada kandungan nilai-nilai kebajikan yang disebarkannya sebagai kesaksian atas keagungan falsafah hidup para leluhur, yang kian sirna dari ingatan kita.

Pahlawan Pilihan Kreshna, sebuah novel epos pewayangan yang sangat bernas, langka, kaya data, wawasan, ilham, dan kearifan. Selevel dengan dua novel epos wayang lainnya, Gatotkaca Tanding dan Arjuna Sang Pembunuh.

‘ 

 

Info alamat dan data Penerbit : DIVA Press

Arjuna Sang Pembunuh oleh Ardian Kresna.
http://divapress-online.com/index.php/buku/detail/597

Data buku : 

Ardian Kresna ; “ Arjuna Sang Pembunuh “ ( Sebuah Novel Epos Wayang Jawa. Menyulam Kebajikan Tradisi Sang Leluhur. ) ; Yogyakarta ; DIVA Press ; Nopember 2009 = cetakan 1 ; ? halaman ; bahasa Indonesia .

 ‘

Sinopsis :

Seperti yang telah dijanjikan para dewa, atas kemenangannya membasmi keangkara-murkaan Niwatakawaca, Arjuna dinikahkan dengan Dewi Supraba dan enam bidadari yang dahulu pernah menggodanya di Gunung Indrakila. Selama tujuh bulan lamanya, Arjuna menikmati anugerah kemenangan dengan berkesempatan menjadi seorang raja di Kaindran, bergelar Prabu Kariti.

 Setelah menikmati kebahagiaan sebagai raja di kahyangan, Arjuna turun kembali ke bumi, bergabung dengan saudara-saudaranya di Rimba Kamiaka, menjalani laku karmanya kembali sebagai seorang ksatria yang sedang menjalankan masa hukuman pengasingan dengan dibuang selama tiga belas tahun di bumi pewayangan, mencari keadilan, dan memperebutkan kembali hak-haknya atas tahta Astina. Para anak mendiang Pandu Dewanata bahu-membahu dalam suka dan duka menjalani kehidupan, berjuang menemukan kebahagiaan yang terampas.

 Penggemar kisah epos, novel ini sangat nyaman dibaca dan dinikmati bahkan hanya dalam sekali duduk. Mengalir, bak air danau yang tenang, namun di balik kesenyapannya, tersimpan mutiara nilai-nilai kemuliaan dan kegigihan memenangkan kehidupan. Falsafah agung para leluhur ditebarkan begitu lugas dan kaya di sini.

Arjuna Sang Pembunuh, sebuah novel epos pewayangan yang sangat inspiratif, berkarakter kuat, dan kaya hikmah kebajikan. Seikat dengan dua novel epos wayang lainnya, Pahlawan Pilihan Kreshna dan Gatotkaca Tanding.

—– 

Alamat dan data Penerbit :

DIVA Press
Sampangan Gg. Perkutut no. 325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan, Yogyakarta
Tel : (0274) 4353776 , 7418727
Fax : (0274) 4353776

Email 1 : redaksi_divapress@yahoo.com
Email 2 : ircisod68@yahoo.com
Website : http://www.divapress-online.com/

The Darkness of Gatotkaca, oleh Pitoyo Amrih.

(diunggah pertama 18 Aug 2009 : Budi Adi Soewirjo)

 

Data buku :

Judul buku : The Darkness of Gatotkaca – Sebuah Novel Pahlawan Kesunyian.
Pengarang : Pitoyo Amrih
Penerbit : DIVA Press, Yogyakarta,
Nomor ISBN : 979-963-639-0
Jumlah halaman : 416 halaman
Ukuran buku : 14 x 21 cm

 

A.

Penulis memberikan paparan isi buku :

Gatotkaca adalah seorang patriot dengan kelahiran yang luar biasa. Kesaktian bangsa dewa mempercepat proses dewasanya. Dia adalah putra kedua Raden Bima, kerabat kedua Pandawa. Lahir dari ibu keturunan bangsa raksasa bernama Dewi Arimbi: seorang ibu yang hidup selamanya dalam kemelut rasa bersalah karena tidak pernah bisa menimang dan menemani masa kecil sang Gatotkaca.

Gatotkaca adalah seorang kesatria. Ia memiliki kesaktian yang luar biasa. Tak ada senjata yang mampu melukainya, kecuali satu, tombak Konta Wijayadanu. Senjata yang memang disiapkan menembus kulit tubuhnya. Dibuat pula oleh bangsa dewa.

Gatotkaca adalah seorang pahlawan. Dia menjadi benteng bagi semua keluarga dan sesepuhnya. Dia membela setiap jengkal wilayah negaranya. Dia sangat disiplin menjaga amanah. Loyal terhadap segala apa yang dijunjungnya. Membela setiap kebenaran. Menghancurkan setiap angkara murka.

Tapi, Gatotkaca selalu hidup dalam kesendirian! Dia selalu memendam dan menekan setiap kecewa di dasar hatinya. Tak ada orang di sekitarnya yang diajaknya berbagi. Dia terlalu angkuh untuk bisa mengutarakan setiap perasaannya. Dia selalu menelan beban rasa bersalah dalam dirinya. Dia selalu merasa hidup sendiri di tengah kehangatan keluarganya: meaningless, lonely, stillness, and darkness…

Novel sisi gelap Gatotkaca ini disajikan dengan amat menggelora, penuh kejutan, ledakan emosi, dan sekaligus nestapa. Membaca novel epos ini, niscaya akan menghadirkan ide dan inspirasi pada kita semua untuk mencoba melihat dan menyelami masing-masing tokoh dan karakter dalam kehidupan ini: dari keteladanan, kemarahan, kesendirian, kecongkakan, kejujuran, integritas, pengorbanan, kebijaksanaan, kebimbangan, dendam, kekecewaan, dan pencarian makna dan tujuan hidup.

.

 

B.

Profil ( ‘ bentuk rupa ‘ ) penulis Pitoyo Amrih dan daftar buku hasil karyanya yang lain bisa di baca di :
http://www.facebook.com/note.php?note_id=116180084020

 

(akhir unggah 18 Aug 2009)

Narasoma – Ksatria Pembela Kurawa, oleh Pitoyo Amrih.

 

(pertama diunggah 18 Aug 2009 : Budi Adi Soewirjo)

 

Data buku :

Judul buku : Narasoma – Ksatria Pembela Kurawa
Pengarang : Pitoyo Amrih
Penerbit : Pinus, Yogyakarta, 2007.
Nomor ISBN : 979-99012-5-1 , 9789799901255
Jumlah halaman : 358 halaman.
Ukuran buku : 14 x 21 cm.

.

 

 

A.

Penulis sedikit memberi paparan akan buku ini :

Narasoma adalah putra mahkota Mandraka, anak lelaki Raja Mandarapati. Ia diusir dari tanah airnya karena berlaku pongah dan berhadapan dengan seorang raksasa yang mulia bern

ama Begawan Bagaspati. Kemudian Narasoma digembleng sekaligus dinikahkan dengan putrinya, Pujawati. Sayangnya, sang pangeran belum dapat mengendalikan tutur kata. Ia melukai perasaan istri tercinta dengan menyatakan malu memiliki mertua bangsa raksasa. Terjadilah peristiwa yang memeras airmata, Begawan Bagaspati menemui ajalnya demi kehormatan Pujawati. Ia mewariskan ajian sakti Candrabirawa kepada Narasoma yang diliputi perasaan sesal.

 

 

Paparan untuk episode berikutnya :

“ Mengapa akhirnya saya harus membela Kurawa….?” itulah mungkin suara hati yang selalu terngiang di nurani Prabu Salya, terutama ketika menjalani hari demi hari perang dahsyat Baratayudha.

Sebuah perang yang begitu hebat, puluhan ribu orang tewas, ratusan ksatria senapati menemui ajal, karena Baratayudha, perang antar saudara ras bangsa Manusia yang seharusnya tak perlu terjadi.

Tapi bagi Salya, perang itu masih tidak seberapa. Peperangan yang sebenarnya, baginya sudah dimulai jauh sebelum Baratayudha. Bahkan sejak muda ketika dirinya masih dipanggil sebagai Narasoma.

Sebuah hingar bingar pertempuran yang terjadi dalam kurun waktu begitu lama, di kesunyian lubuk hati nurani dirinya. Salya, seorang raja besar Mandraka yang harus selalu mengalami pertentangan batin selama hidupnya.

 

B.

 

Komentar Pembaca 1 :

….’Narasoma’ tak sekadar mengisahkan perang saudara yang amat memilukan, beserta adu kesaktian yang ditampilkan secara rinci dan cukup seru. Novel ini mengetengahkan pergolakan batin seorang ksatria yang bimbang atas pihak yang dibelanya, persiapan seorang prajurit menyongsong kematiannya, dan kesedihan seorang ayah atas kematian putranya. Tak kalah mempesona, kisah Karna yang marah kepada nasib malangnya sebagai anak terbuang namun ditangisi Batara Surya saat ia gugur di Kurusetra..

—Sinarbulan, Bandung—

 

 

C.

 

Komentar Pembaca 2 :

Another wayang story by Pitoyo Amrih. Those who used to read RA Kosasih’s comic about Mahabharata would definitely fall in love with Pitoyo’s art of work.

Perbedaan yg jelas antara karya RA Kosasih dgn Pitoyo adalah kesan yang timbul di karya Pitoyo menciptakan bayangan bahwa cerita wayang bukanlah sebuah dongeng dgn kisah yg muluk2 didalamnya. Pitoyo berhasil membuat cerita wayang menjadi lebih “down-to-earth” dgn gaya berceritanya. Termasuk jg dalam karyanya yang satu ini yang bercerita tentang kehidupan Raden Narasoma.

Tokoh utama cerita ini adalah Prabu Salya, yang pada masa mudanya lebih dikenal sbg Raden Narasoma. Beliau adalah seorang maharaja yang melalui masa mudanya dengan penuh tantangan hidup. Diusir oleh ayahnya sendiri untuk kemudian mengembara dan akhirnya berguru pada seorang begawan sakti yang adalah keturunan raksasa. Pada akhirnya dia mengawini putri dari begawan tersebut yang cantik rupawan. Bahagia hidupnya namun disatu sisi juga resah karena sadar bahwa tidak mungkin dia kembali ke kerajaannya dgn membuka kenyataan bahwa sang calon permaisuri adalah seorang keturunan raksasa.

Itu barulah awal dari sekian banyak kebimbangan hidup yg akan dia jumpai nanti didalam selang perjalanan hidupnya. Dan puncaknya adalah pada saat dimana ia harus memilih dalam perang besar Bharatayudha apakah ia harus berpihak kepada menantunya, Duryodana, pemimpin Kurawa atau kepada keponakan kandungnya, Nakula dan Sadewa, bungsu kembar Pandawa…

— (Fajar’s blog, sumber:goodreads)

 

D.

Pratinjau Terbatas buku ini di Google Books :
http://books.google.com/books/p/pub-6218744198074454?id=e6zQYSvqngYC&printsec=frontcover&hl=id&source=gbs_v2_summary_r&cad=0#v=onepage&q=&f=false

 

E.

Profil ( ‘ bentuk rupa ‘ ) penulis Pitoyo Amrih dan daftar buku hasil karyanya yang lain bisa di baca di :
http://www.facebook.com/note.php?note_id=116180084020

Antareja – Antasena, Jalan Kematian Para Ksatria; oleh Pitoyo Amrih.

.

(pertama diunggah 18 Aug 2009 : Budi Adi Soewirjo)

.

Data buku :

Judul buku : Antareja – Antasena, Jalan Kematian Para Ksatria
Pengarang : Pitoyo Amrih.
Penerbit : Pinus Publisher, Yogyakarta, Nopember 2006
Nomor ISBN : 979-99010-0-6 , 9789799901002 .
Jumlah halaman : 252 halaman
Ukuran buku : 14 x 21 cm.

.

 A.

Pengarang memberikan paparan isi buku : 

Kisah Diawal Perang Baratayudha yang patut anda simak. Karena kisah ini dipenuhi kontroversi. Benarkah Kresna benar-benar bertipu muslihat untuk meniadakan Antareja dan Antasena, hanya dalam rangka agar mereka tidak ikut dalam perang Baratayudha..?

Karena memang bisa dibayangkan, bila saja Antareja ikut terlibat dan turun ke medan perang, ribuan prajurit bisa mati hanya dalam sekejap oleh kesaktiannya sebagai keturunan bangsa ular.

Atau Antasena, yang dipercaya membalikkan dunia wayang pun bisa hanya dengan kedua telapak tangannya..

Kisah pengorbanan yang tidak pernah terungkap, terjadi sebelum Baratayudha. Kisah yang seharusnya anda baca sebelum anda tahu lebih jauh tentang Baratayudha.

Antareja dan Antasena mati karena tipu muslihat Kresna. Kresna telah menjadikan tumbal bagi kemenangan Pandawa atas Baratayudha …..

Jalan kematian Antareja adalah sebuah pengorbanan. Pengorbanan yang sama juga dialami Kresna atas fitnah yang diterimanya.

Dan Antasena … mungkin sampai sekarang dia masih menjalani hidupnya. Walau bukan lagi berwujud manusia …

Antareja adalah putra sulung ksatria Pandawa, Raden Bima. Dia adalah anak tunggal Dewi Nagagini, putri dewa bangsa manusia-ular Sang Hyang Antaboga. Tokoh Antareja ini tidak ada pada pertama kali dituliskannya kisah Mahabarata dalam versi India. Dalam versi Jawa, tokoh ini sekilas muncul sebagai tokoh tanpa tanding, pendiam, dan penyendiri. Kematiannya adalah sebuah kontroversi akibat siasat Baginda Sri Kresna dalam rangka menjauhkan keterlibatan Antareja dalam perang Baratayudha.

Antasena hanya muncul dalam wayang carangan versi Jawa Yogyakarta. Dia adalah putra bungsu Raden Bima hasil perkawinannya dengan putri penguasa bangsa Samudra Batara Baruna, Dewi Urang Ayu. Antasena adalah tokoh yang unik, secara fisik mirip Antareja, bedanya kulit Antasena bersisik kemerahan, sementara kulit Antareja bersisik kehijauan. Tidak peduli terhadap sopan santun dan tata krama. Walaupun tidak pernah diceritakan kesaktiannya, tapi dia dipercaya bisa membuat apapun yang dia mau menjadi kenyataan. Baginda Sri Kresna juga mendapat mandat dari pimpinan bangsa Dewa, Sang Hyang Guru agar Antasena tidak ikut dalam perang Baratayudha.

.

B.

Komentar pembaca :

Kisah Diawal Perang Baratayudha yang patut anda simak. Karena kisah ini dipenuhi kontroversi. Benarkah Kresna benar-benar bertipu muslihat untuk meniadakan Antareja dan Antasena, hanya dalam rangka agar mereka tidak ikut dalam perang Baratayudha..?

Karena memang bisa dibayangkan, bila saja Antareja ikut terlibat dan turun ke medan perang, ribuan prajurit bisa mati hanya dalam sekejap oleh kesaktiannya sebagai keturunan bangsa ular.

Atau Antasena, yang dipercaya membalikkan dunia wayang pun bisa hanya dengan kedua telapak tangannya..

Kisah pengorbanan yang tidak pernah terungkap, terjadi sebelum Baratayudha…sebuah kisah seorang ksatria yang memilih jalan mereka sendiri

— (Didiet, sumber: goodreads)

.

C.

Pratinjau Terbatas buku ini di Google Books :

http://books.google.com/books/p/pub-6218744198074454?id=gHmwj_j_IDMC&printsec=frontcover&hl=id&source=gbs_v2_summary_r&cad=0#v=onepage&q=&f=false

.

D.

Profil ( ‘ bentuk rupa ‘ ) penulis Pitoyo Amrih dan daftar buku hasil karyanya yang lain bisa di baca di :
http://www.facebook.com/note.php?note_id=116180084020

‘Ebook’ “Wayang Bratajuda II (Tawur)” karya U J Katidjo Wiropramudjo dan Kamadjaja, 1958.

07 Februari 2010 jam 3:03

’ebook’ wayang, cerita wayang, Baratayuda, Bisma, Katidjo Wiropramudjo, Kamadjaja

.

Data buku :

U. J. Katidjo Wiropramudjo dan Kamadjaja ; ” Bratajuda II – Tawur (Bisma Mukswa) “ ; Yogyakarta ; Pusaka ; 1958 ; 99 halaman ; aksara Latin ; bahasa Jawa ; satu gambar wayang Srikandi.

.

‘Ebook’ nya bisa diunduh di URL :

http://www.4shared.com/file/216436916/539a75d3/bratajuda_II-1_Katidjo_Kamadja.html

http://www.4shared.com/file/216436912/54f7b1ca/bratajuda_II-2_Katidjo_Kama.html

.

 

Buku / ebook BRATAJUDA jilid II. Tawur (Bisma Mukswa) gubahan Katidjo Wiropramudjo dan Kamadjaja (Karkono Partokusumo).

.

.

[ pemutakhiran 29 Mei 2014 }

.

Admin mempunyai seri buku ini yang jilid ke enam  berjudul “ BRATAJUDA jilid VI – Karna Tanding ( Pedjahipun Adipati Karna ) , informasinya dan alamat file unduhan konservasi bisa Anda lihat di :
http://wayangpustaka02.wordpress.com/2014/05/29/ebook-bratajuda-vi-karna-tanding-pedjahipun-adipati-karna-gubahan-katidjo-wiropramudjo-uj-dan-kamadjaja-1959-ebook-cerita-wayang/

 

Sudah banyak hasil konservasi buku lawas tentang cerita Barata Yudha , Anda bisa membacanya di :
http://wayangpustaka02.wordpress.com/2014/04/27/koleksi-ebook-bharata-yuddha-versi-jawa/
dan dari sana Anda bisa memilih klik-klik yang lain untuk diantarkan ke semua koleksi hasil konservasi.

.

[ akhir pemutakhiran 29 Mei 2014 ]

.


Blog Stats

  • 671,288 hits

Categories

Top Clicks

    Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 62 other followers

    Halaman dilihat :

    Advertisements