Pustaka Wayang

Posts Tagged ‘Yogyakarta

buku cerita wayang bergambar berbahasa Inggris, Grace for Dewabrata, Herjaka Hs, Kanisius, Yogyakarta, 2005, Ganggawati, Kasi, Amba, Begawan Palasara, Sang Hyang Narada, eight wasu, Astinapura kingdom, Talkanda land, Gangga river, King Sentanu, Setyawati, Sang Hyang Yama.

Data buku :

Herjaka Hs  ;  “ Grace for Dewabrata “  ;  Yogyakarta  ; Kanisius  ;  2005 = cetakan pertama  ;  ISBN 979211131X, 9789792111316  ;  bahasa Inggris  ;  cerita wayang bergambar.

Dewabrata lived as a hermit in Talkanda. During the leadership of Citragada the luxury decreased and people became not prosperous. Even rebellion take place. During the battle against the rebells, King Citragada passed away. Then the throne of Astinapura was held by Wicitrawirya, Citragada’s brother, but it also didn’t persist for a long time. Wicitrawirya passed away because of his illness.

After both of her sons passed away, Setyawati asked Dewabrata to ascend the throne. Dewabrata held on firmly his oath. The throne that had been handed over wouldn’t taken anymore. Then the throne of Astinapura was handed over to Abiyasa, the son of Setyawati with her former husband, Hermit Palasara. Abiyasa was the only hope of Setyawati’s expectation would be granted.

.

 

Anda bisa melihat beberapa halaman buku ini di pratinjau terbatas di situs Google Books :
http://books.google.co.id/books?id=j_o-Ddj2wFsC&printsec=frontcover

Di situs Google Books, buku ini tercatat di URL :
http://books.google.co.id/books?id=j_o-Ddj2wFsC

Anugerah Dewabrata oleh Herjaka Hs

Buku cerita wayang bergambar, Anugerah Dewabrata, Herjaka Hs, Kanisius, Yogyakarta, 2005, sungai Gangga, Dewi Amba, Dewi Setyawati, Prabu Sentanu, Begawan Palasara, kerajaan Astinapura, Dewi Ganggawati, Sang Hyang Narada, pertapaan Talkanda, Mahabarata.

Data buku :

Herjaka Hs  ;  “ Anugerah Dewabrata “  ;  Yogyakarta  ;  Kanisius  ; 2005 = cetakan pertama  ;
ISBN 9796728982, 9789796728985  ;  bahasa Indonesia  ;  cerita wayang bergambar.

.

Tampuk pemerintahan kerajaan Astinapura dipegang oleh Citragada, keturunan Dewi Setyawati. Sementara itu, Dewabrata hidup sebagai pertapa di Talkanda. Dalam pemerintahan Citragada kemakmuran surut dan rakyat menjadi tidak sejahtera. Bahkan, terjadi pemberontakan. Dalam pertempuran melawan pemberontak itu Raja Citragada meninggal. Takhta Astinapura kemudian dipegang Wicitrawirya, adiknya, tetapi juga tidak berlangsung lama. Wicitrawirya meninggal karena sakit.

Setelah kedua putranya meninggal, Setyawati meminta Dewabrata untuk naik takhta. Dewabrata tetap memegang teguh janjinya. Takhta yang sudah diserahkan tak akan diambilnya lagi. Takhta Astinapura kemudian diserahkan kepada Abiyasa, putra Setyawati dengan suami terdahulu, Begawan Palasara. Abiyasa lah satu-satunya harapan akan terkabulnya cita-cita Setyawati.

Anda bisa melihat beberapa halaman buku ini di pratinjau terbatas di situs Google Books : http://books.google.co.id/books?id=quZUGX_qQXEC&pg=PT35&dq=mahabarata&lr=&as_brr=3&as_pt=BOOKS#PPP1,M1

Di situs Google Books, buku ini tercatat di URL :
http://books.google.co.id/books?id=quZUGX_qQXEC

Alamat Penerbit Kanisius,
Jl. Cempaka 9, Deresan, Yogyakarta 55281
Kotak Pos 1125/Yk, Yogyakarta 55011
Tel (0274) 588783, 565996 ; Fax (0274) 563349
Website : http://www.kanisiusmedia.com
E-mail : office@kanisiusmedia.com

 

Mahabarata, merupakan kisah wayang yang sudah berakar di Indonesia. Bagi generasi tua kisah ini sudah tertanam sedemikian dalam, tetapi bagi generasi muda kisah ini perlu diperkenalkan dan diangkat agar menjadi cermin dalam kehidupan. Berbagai pengalaman hidup, ketekunan, kesetiaan, keberanian, perjuangan, harapan, cinta, pengorbanan, keputusasaan, kekejaman, intrik, ambisi, tragedi, yang merupakan bagian dari kehidupam manusia, kehidupan kita, termaktub dalam kisah Mahabarata ini. Dari kisah ini kita bisa bercermin dan belajar tentang kehidupan.

Kisah Mahabarata ini disajikan dalam lima buku cerita bersambung, dengan ilustrasi lukisan wayang yang menarik. Buku diterbitkan dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris agar pembaca dapat memilih buku yang dapat memberi manfaat paling banyak.

—–

buku cerita wayang bergambar, Mahabarata, Kesetiaan Dewabrata, Herjaka Hs, Kanisius, Yogyakarta, 2005, kerajaan Kasi, Dewi Ambika, Ganggawati, Prabu Salwa, Dewi Ambalika, Begawan Ramaparasu, raksasa Arimuka, raksasa Wahmuka, Begawan Palasara, kerajaan Astinapura.

Episode Kesetiaan Dewabrata :

Data buku :

Herjaka Hs  ;  “ Kesetiaan Dewabrata “  ;  Yogyakarta  ;  Kanisius  ; 2005 = cetakan pertama  ; ISBN 9796728974, 9789796728978  ;  bahasa Indonesia  ;  cerita wayang bergambar.

.

 

Sinopsis :

Setelah ditinggalkan istri tercintanya, Prabu Sentanu raja Astinapura ingin menikah lagi. Dewi Setyawati bersedia asalkan keturunannya yang mewarisi takhta kerajaan Astinapura. Demi cintanya kepada ayahnya, Dewabrata rela menyerahkan hak atas takhta kepada keturunan Dewi Setyawati.

Sebagai jaminan, Dewabrata berjanji untuk hidup wadat (tidak menikah) agar keturunan Dewi Setyawati yang mewarisi takhta Astinapura.

Kesetiaan Dewabrata pada janjinya ternyata mendapat ujian berat justru dari gurunya sendiri, yang mengharapkan Dewabrata mempersunting Dewi Amba. Konflik guru murid tak terhindarkan dan kekalahan ada di pihak sang guru. Dewi Amba sangat terpukul karena kekalahan guru Dewabrata yang menjadi tumpuan harapan terakhir untuk dapat mengangkat keterpurukan harga dirinya.

Anda bisa melihat beberapa halaman buku ini di pratinjau terbatas di situs Google Books :
http://books.google.co.id/books?id=BdmFymn33AwC&pg=PT31&dq=mahabarata&lr=&as_brr=3&as_pt=BOOKS

Di situs Google Books, buku ini tercatat di URL :
http://books.google.co.id/books?id=BdmFymn33AwC

Alamat Penerbit Kanisius,
Jl. Cempaka 9, Deresan, Yogyakarta 55281
Kotak Pos 1125/Yk, Yogyakarta 55011
Tel (0274) 588783, 565996 ; Fax (0274) 563349
Website : http://www.kanisiusmedia.com
E-mail : office@kanisiusmedia.com

The 7 Habits of Highly Effective People Versi Semar & Pandawa oleh Pitoyo Amrih.

 (diunggah pertama 17 Aug 2009 : Budi Adi Soewirjo)

 

Data buku :

Judul buku : The 7 Habits of Highly Effective People Versi Semar & Pandawa
Penulis : Pitoyo Amrih
Penerbit : Pinus Publisher, Yogyakarta, 2008
Nomor ISBN : 9799901499, 9789799901491
Jumlah halaman : 227 halaman

 

A.

Editor Pinus Publisher menulis :

Tujuh Kebiasaan efektif Stephen Covey telah menginspirasi kita dan jutaan manusia dunia tentang bagaimana menjalani hidup yang efektif dan berkualitas. Dan kita sendiri hamper lupa, bahwa ajaran Covey telah termaknai dalam nilai-nilai budaya ketimuran yang tercermin dalam perilaku tokoh wayang Semar dan Pandawa.

Buku “The 7 Habits of Highly Effective People Versi SEMAR dan PANDAWA” akan memberikan inspirasi persis seperti pemikiran Covey tentang perubahan paradigma yang membawa individu atau kelompok agar lebih efektif dalam menjalani kehidupan. Bedanya buku ini tidak mengambil ide kepemimpinan dari paradigma dunia barat, tetapi lewat ajaran filosofis ketimuran dengan mengambil karakter dalam tokoh kisah pewayangan. Seperti Semar, dewa yang memilih menitis diri sebagai manusia merupakan sifat rendah hati.

Sifat ini identik dengan nilai kebesaran jiwa yang menyempurnakan tujuh kebiasaan efektif Stephen Covey. Kekompakan Pandawa merupakan pencerminan dari nilai “Sinergi”. Pilihan Yudhistira menerima permainan dadu identik dengan nilai “Berpikir Menang-Menang”. Kebiasaan ksatria menegmbangkan diri identik dengan nilai “Mengasah Gergaji” dan masih banyak ulasan menarik tentang tujuh kebiasaan efektif lainnya.

Alhasil, kelebihan buku ini dapat dengan mudah dicerna dan diaktualisasi karena memiliki nilai kedekatan emosi, sifat dan karakter ketimuran. Sehingga pada tingkatan aplikasi sangat mudah untuk dilakukan.

 

B.

Pratinjau Terbatas di Google Books bisa dilihat di :
http://books.google.com/books/p/pub-6218744198074454?id=fB8XaAgDpz4C&printsec=frontcover&hl=id&source=gbs_v2_summary_r&cad=0#v=onepage&q=&f=false

menampilkan sebagian halaman buku ini.

 

C.

Profil ( ‘ bentuk rupa ‘ ) penulis Pitoyo Amrih dan daftar buku hasil karyanya yang lain bisa di baca di : http://www.facebook.com/note.php?note_id=116180084020

 

(akhir unggah 17 Aug 2009)

Ilmu Kearifan Jawa – Ajaran Adiluhung Leluhur ; oleh Pitoyo Amrih.

(diunggah pertama 19 Aug 2009 : Budi Adi Soewirjo)

 

Data buku :

Judul buku : Ilmu Kearifan Jawa, Ajaran Adiluhung Leluhur
Penulis : Pitoyo Amrih
Penerbit : Pinus, Yogyakarta, Nopember 2008
Nomor ISBN : 978-979-18676-0-3
Jumlah halaman : 179 halaman

.

 

A.

Editor penerbit Pinus memaparkan isi buku :

Kini jagad alam dan kehidupan telah banyak membawa petaka bagi manusia. Petaka terjadi karena manusia tidak lagi mengindahkan dirinya sebagai makhluk yang hidup bersinergi dengan sesamanya dan alam. Untuk itulah kita perlu kembali memahami ajaran para leluhur untuk saling menghargai dan menghormati di dalam menjaga jagad ini.

Kearifan-kearifan Jawa merupakan hal penting yang telah diwariskan para leluhur yang merupakan kesadaran lama untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian kehidupan manusia. Buku ini mengulas kearifan-kearifan leluhur Jawa dalam melihat tanda alam, kearifan dalam menggapai tujuan, kearifan saat didzalimi, kearifan saat lupa diri, kearifan saat menghadapi cobaan, dan kearifan dalam memimpin. Berbagai kearifan tersebut merupakan satu kesatuan penting yang harus diwarisi dan diamalkan bagi kita semua dalam menjalani kehidupan sekarang yang telah banyak menghadapi petaka.

Lebih menariknya, kearifan-kearifan Jawa yang sarat dengan makna kebijaksanaan tersebut diulas lewat sanepo-sanepo Jawa seperti : Kali Ilang Kedhunge, Murah Kang Sarwo Tinuku, Wani Ngalah Dhuwur Wekasane, Adigang Adigung Adiguna, Urip Sawang Sinawang, dan lain-lain. Diterangkan dengan jelas dan penuh penghayatan oleh penulis.

Buku yang akan menghantarkan kita kembali pada ajaran-ajaran adiluhung para leluhur yang sarat dengan makna dan bermanfaat bagi kita untuk menyelamatkan kehidupan manusia dari berbagai petaka.

 

B.

Profil ( ‘ bentuk rupa ‘ ) penulis Pitoyo Amrih dan daftar buku hasil karyanya yang lain bisa di baca di :
http://www.facebook.com/note.php?note_id=116180084020

 

(akhir unggah 19 Aug 2009)

Kebaikan Kurawa – Mengungkap Kisah-kisah yang Tersembunyi oleh Pitoyo Amrih.

(diunggah pertama 18 Aug 2009 : Budi Adi Soewirjo)

.

 

Data buku :

Judul buku : Kebaikan Kurawa – Mengungkap Kisah-kisah yang Tersembunyi
Pengarang : Pitoyo Amrih
Penerbit : Pinus Publisher, Yogyakarta, 2007
Nomor ISBN : 9799901421, 9789799901422
Jumlah halaman : 191 halaman

 

A.

Editor Pinus Publisher menulis :

Dalam kisah pewayangan tokoh Kurawa mempunyai sifat buruk, jelek, jahat, dan tidak pantas dicontoh. Ternyata di sisi lain Kurawa mempunyai perilaku yang patut dicontoh. Seperti, Duryudana adalah anak sulung dari Kurawa yang bertanggung jawab, Dursasana adalah adik yang sangat patuh, Citraksa Citraksi adalah Kurawa yang sopan, Yuyutsu adalah satu-satunya Kurawa yang selalu mau belajar. Demikian pula Patih Sangkuni bagaimana ia sosok yang sejak kecil telah mengalami ketidakadilan di keluarganya dan sempat dipermalukan oleh Pandu.

Buku ‘Kebaikan Kurawa’ akan mengungkap kisah-kisah yang tersembunyi dari Kurawa. Menjelaskan watak Kurawa yang selama ini dianggap orang jahat, ternyata ada hal-hal yang patut dicontoh. Menggugat image atas Kurawa yang selama ini selalu dalam kondisi yang tidak menyenangkan.

Penguasaan penulis tentang dunia wayang, membuatnya begitu jeli mencermati bahwa sesungguhnya di sisi lain dunia Kurawa masih banyak kisah-kisah kebaikan Kurawa yang belum terungkap. Yang lebih penting, penulis memaparkan secara detail bagaimana latar belakang sejarah sehingga Kurawa dapat berlaku jahat, menyerang, arogan, bahkan akhirnya memusuhi Pandawa.

Buku kontroversial yang dikemas secara menarik, singkat, dan detail. Membaca buku ini, pembaca akan diajak secara terbuka memahami siapa dan bagaimana Kurawa yang sesungguhnya. Selain itu dapat menafsir dalam kehidupan tidak selamanya orang jahat itu dijauhi dan tidak patut dicontoh.

 

B.

Komentar Pembaca :

Saras , dari sumber : goodreads, menulis pendapatnya tentang buku ini :

Buku yang bagus untuk suplemen menikmati Mahabharata.. Perjalanan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda…

Ketidakpedulian adalah lintah yang menyerap cahaya kehidupan, andai Kurawa hidup dalam keluarga penuh kasih,apakah kita mengenal tragedi Kurusetra? Pelajaran yang baik untuk kita semua.

 

C.

Pratinjau Terbatas buku ini di Google Books:
http://books.google.com/books/p/pub-6218744198074454?id=2TQ-4CkAeEcC&printsec=frontcover&dq=inauthor%3A%22Pitoyo+Amrih%22&hl=id#v=onepage&q=&f=false

menampilkan sebagian halaman buku tersebut.

 

D.

Profil ( ‘ bentuk rupa ‘ ) penulis Pitoyo Amrih dan daftar buku hasil karyanya yang lain bisa di baca di :
http://www.facebook.com/note.php?note_id=116180084020

 

(akhir unggah 17 Aug 2009)

The Darkness of Gatotkaca, oleh Pitoyo Amrih.

(diunggah pertama 18 Aug 2009 : Budi Adi Soewirjo)

 

Data buku :

Judul buku : The Darkness of Gatotkaca – Sebuah Novel Pahlawan Kesunyian.
Pengarang : Pitoyo Amrih
Penerbit : DIVA Press, Yogyakarta,
Nomor ISBN : 979-963-639-0
Jumlah halaman : 416 halaman
Ukuran buku : 14 x 21 cm

 

A.

Penulis memberikan paparan isi buku :

Gatotkaca adalah seorang patriot dengan kelahiran yang luar biasa. Kesaktian bangsa dewa mempercepat proses dewasanya. Dia adalah putra kedua Raden Bima, kerabat kedua Pandawa. Lahir dari ibu keturunan bangsa raksasa bernama Dewi Arimbi: seorang ibu yang hidup selamanya dalam kemelut rasa bersalah karena tidak pernah bisa menimang dan menemani masa kecil sang Gatotkaca.

Gatotkaca adalah seorang kesatria. Ia memiliki kesaktian yang luar biasa. Tak ada senjata yang mampu melukainya, kecuali satu, tombak Konta Wijayadanu. Senjata yang memang disiapkan menembus kulit tubuhnya. Dibuat pula oleh bangsa dewa.

Gatotkaca adalah seorang pahlawan. Dia menjadi benteng bagi semua keluarga dan sesepuhnya. Dia membela setiap jengkal wilayah negaranya. Dia sangat disiplin menjaga amanah. Loyal terhadap segala apa yang dijunjungnya. Membela setiap kebenaran. Menghancurkan setiap angkara murka.

Tapi, Gatotkaca selalu hidup dalam kesendirian! Dia selalu memendam dan menekan setiap kecewa di dasar hatinya. Tak ada orang di sekitarnya yang diajaknya berbagi. Dia terlalu angkuh untuk bisa mengutarakan setiap perasaannya. Dia selalu menelan beban rasa bersalah dalam dirinya. Dia selalu merasa hidup sendiri di tengah kehangatan keluarganya: meaningless, lonely, stillness, and darkness…

Novel sisi gelap Gatotkaca ini disajikan dengan amat menggelora, penuh kejutan, ledakan emosi, dan sekaligus nestapa. Membaca novel epos ini, niscaya akan menghadirkan ide dan inspirasi pada kita semua untuk mencoba melihat dan menyelami masing-masing tokoh dan karakter dalam kehidupan ini: dari keteladanan, kemarahan, kesendirian, kecongkakan, kejujuran, integritas, pengorbanan, kebijaksanaan, kebimbangan, dendam, kekecewaan, dan pencarian makna dan tujuan hidup.

.

 

B.

Profil ( ‘ bentuk rupa ‘ ) penulis Pitoyo Amrih dan daftar buku hasil karyanya yang lain bisa di baca di :
http://www.facebook.com/note.php?note_id=116180084020

 

(akhir unggah 18 Aug 2009)


Blog Stats

  • 761,108 hits

Categories

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 64 other followers

Halaman dilihat :